Jum'at, 31 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Izin BPR Sadayana Artha Bandung dicabut

Editor   -   Rabu, 07 September 2011, 18:21 WIB

BERITA TERKAIT

BANDUNG: Bank Indonesia Bandung mencabut izin usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Sadayana Artha yang beralamat di Jln. Babakan No. 119, Majalaya, Kab. Bandung, terhitung mulai 7 September 2011.Pencabutan tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 13/85/KEP.GBI/2011.“Pancabutan izin usaha PT BPR Sadayana Artha, maka kantor BPR tersebut ditutup untuk umum. BPR Sadayanan Artha harus menghentikan segala kegiatan usahanya, termasuktidak diperkenankan menghimpun dan atau menyalurkan dana masyarakat,” ujar Pemimpin Bank Indonesia Bandung, Lucky F A. Hadibrata, melalui siaran pers yang diterima Bisnis sore tadi.Pemilik BPR, lanjutnya, juga dilarang untuk melakukan segala tindakan hukum yang berkaitan dengan aset dan kewajiban BPR, kecuali dengan persetujuan tertulis Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).Pada kesempatan yang sama, Lucky mengimbau agar nasabah tidak perlu panik karena seluruh hka dan kewajiban BPR akan diselesaikan oleh tim likuidasi yang akan dibentuk LPS.Dia meminta agar masyarakat tidak terpancing oleh pihak-pihak yang mengaku dapat mengurus atau mempercepat klaim. “Nasabah diharapkan bisa mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan simpanan mereka secara langsung kepada tim likuidasi nanti.”(api)


Source : Roberto Purba

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.