Sabtu, 01 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KURS 2012: Rata-rata nilai tukar bakal Rp9.000

  -   Jum'at, 02 Maret 2012, 13:00 WIB

BERITA TERKAIT

 

JAKARTA : Pemerintah memperkirakan rata-rata kurs sepanjang tahun ini mencapai Rp9.000 per dolar AS sejalan dengan proyeksi positif pemulihan ekonomi Negeri Paman Sam.   
 
Bambang Permadi Sumantri Brodjonegoro, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal, mengatakan pergerakan positif nilai tukar rupiah pada 2011 tidak akan terulang lagi pada tahun ini, seiring dengan apresiasi dolar AS. 
 
Adapun, penguatan dolar tidak terlepas dari perekonomian AS yang mulai tumbuh setelah dihempas krisis keuangan pada 2008. 
 
"Rupiah akan ada di kisaran Rp8.800 hingga Rp9.000 per dolar AS sepanjang 2012," ujarnya seusai acara penandatanganan Surat Jaminan Kelayakan Usaha (SKJU) proyek PLTP Muaralaboh dan Rajabasa di kantor pusat Kemenkeu, Jumat, 2 Maret 2012.
  
Kendati rupiah melemah, kata Bambang, fenomena tersebut akan memperkuat  neraca pembayaran, terutama neraca perdagangan, yang surplusnya makin tergerus. Depresiasi rupiah tersebut juga akan mendukung kegiatan ekspor yang pertumbuhannya tengah melambat. 
 
"Kami melihat dengan kurs melemah sekitar Rp9.000, hal itu membantu neraca pembayaran. Kami melihat trade balence agak menurun, meski masih positif, tetapi ekspor melambat. Mudah-mudahan kurs ini lebih friendly terhadap dunia usaha," tuturnya. 
 
Proyeksi kurs tersebut, lanjut Bambang, menjadi asumsi baru yang akan diusulkan pemerintah dalam pembahasan revisi APBN 2012. Dalam APBN 2012, kurs rupiah dipatok sebesar Rp8.800 per dolar AS. (spr)

Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.