Rabu, 17 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KENDARAAN CNG: Masih Banyak Kendala

Adi Purdiyanto   -   Senin, 24 September 2012, 18:12 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA:  Niat pemerintah untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar compressed natural gas (CNG) menghadapi banyak kendala, baik dari segi infrastruktur, pasokan gas dan aturan.

Direktur Gas PT Pertamina (Persero) Hari Karyuliarto mengungkapkan keselarasan antara kerangka peraturan, instalasi coverter kit, dan pembangunan infrastruktur memainkan peranan penting untuk membuat program CNG sukses.

“Dukungan dari industri otomotif juga merupakan faktor penting berhasilnya program ini,” tuturnya, di sela-sela The 7th Indonesia International Automotive Conference, Senin (24/9/2012).

Menurutnya, dari segi regulasi belum memiliki mandat yang jelas tentang kewajiban angkutan umum untuk menggunakan CNG.

Rencana saat ini, tuturnya, hanya mencakup sebagian kecil dari angkutan umum dan tidak termasuk bus lain  seperti metro mini dan Kopaja.

Dia menuturkan 14.000 converter kit yang dibagikan gratis tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan 136.855 kendaraan umum yang akan dikonversi.

Permasalahan harga gas juga menjadi kendala yang bakal dihadapi pemerintah. “Margin harga gas saat ini tidak menarik bagi Pertamina dan sektor swasta,” ujarnya.

Dia mengungkapkan harga jual gas saat ini untuk transportasi kurang menarik bagi rencana jangka panjang produsen gas dan investor, sehingga harga yang lebih menarik harus dipertimbangkan di masa depan.(msb)


Source : Maftuh Ihsan

Editor : Novita Sari Simamora

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.