Sabtu, 25 Oktober 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

APBN-P 2012: Realisasi Subsidi Energi Capai Rp174,8 Triliun

Diena Lestari   -   Selasa, 16 Oktober 2012, 20:10 WIB

BERITA TERKAIT

JAKARTA--Pemerintah mencatat realisasi subsidi energi per 5 Oktober 2012 sudah mencapai Rp174,8 triliun atau 86,4% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN-P 2012 yakni Rp202,28 triliun.

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu Agus Suprijanto mengatakan realisasi penarikan belanja subsidi energi tahun ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode sama tahun lalu.

“Realisasi subsidi energi per 5 Oktober 2012 sebesar Rp 174,8 triliun atau 86,4% dari pagu anggaran APBN-P 2012,” ujarnya, Selasa (16/10).

Menurut Agus, angka itu lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp127,4 triliun atau 65% dari pagu subsidi energi APBN-P 2012 sebesar Rp195,3 triliun.

Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Bambang P.S. Brodjonegoro sebelumnya mengungkapkan subsidi energi hingga akhir tahun ditaksir mencapai Rp305,9 triliun, yang terdiri dari subsidi BBM Rp216,7 triliun dan subsidi listrik Rp89,1 triliun. Proyeksi ini membengkak Rp103,7 triliun dari pagu APBN-P 2012 yakni Rp202,2 triliun.

Bambang memaparkan pembengkakan subsidi energi didorong oleh meningkatnya volume BBM bersubsidi dari 40 juta kiloliter menjadi 43,5 juta-44,04 juta kiloliter, kenaikan harga ICP dari asumsi US$105 per barel menjadi sekitar US$110 per barel.

Kemudian melemahnya rata-rata nilai tukar rupiah dari asumsi Rp9.000/US$ menjadi Rp9.250/US$, terlambatnya commercial operation date (COD) pembangkit listrik tenaga uap serta kurang optimalnya pemenuhan gas untuk PLTG. (yus)


Editor :

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.