Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

RENCANA KERJA PEMERINTAH: Kejar Target 2014, 15 Program Jadi Prioritas Kementerian

Hedwi Prihatmoko   -   Minggu, 10 Maret 2013, 17:08 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Pemerintah memerlukan usaha ekstra dalam memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010-2014 dengan kerangka pendanaan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2014 yang terbatas.

Wismana Adi Suryabrata, Deputi Bidang Pendanaan Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, mengatakan resource envelope RKP 2014 yang sebesar Rp547 triliun tidak jauh berbeda dengan resource envelope RKP 2013 yang sebesar Rp541,4 triliun.

“Tentu cukup lumayan menantang. terbatas, tetapi harus mampu mengejar ,” katanya di Gedung Bappenas, Jumat (8/3/2013) malam.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo mengatakan resource envelope itu belum termasuk anggaran kenaikan gaji pegawai, alokasi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), dan biaya Pemilu.

“Agar penyusunannya lebih mudah,” katanya seusai rapat yang digelar di Kantor Wakil Presiden, Kamis (7/3).

Oleh karena itu, jelas Wismana, pemerintah akan berfokus pada 15 program prioritas dalam RKP 2014 untuk mencapai target RPJMN 2010-2014.

Beberapa program prioritas itu di antaranya adalah pencapaian surplus 10 juta ton beras, penanggulangan kemiskinan melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI),

Percepatan pembangunan konektivitas melalui Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), penurunan Angka Kematan Bayi (AKB), dan percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat.

Hasil evaluasi RPJMN 2010-2014 menunjukkan sebanyak 13 program atau 12% mendapat penilaian sangat sulit untuk dicapai. Adapun, sebanyak 27 program atau 25% mendapat penilaian perlu usaha keras.

Hanya 67 program  atau sebanyak 67% saja yang mendapat penilaian telah sesuai dengan jalur.

Beberapa indikator ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan ketahanan pangan dinilai membutuhkan usaha keras untuk mencapai target RPJMN 2010-2014.

Wismana mengatakan untuk mengejar target-target tersebut pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan RKP 2014 pada pertengahan Mei tahun ini sehingga pengajuan program dari kementerian/lembaga (K/L) bisa dilakukan lebih dini.

“Setelah RKP 2014 selesai pada pertengahan Mei, Bappenas bersama Kemenkeu akan ada pembiacaraan pendahuluan RAPBN pada 20 Mei tahun ini,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wismana belum bisa mengungkapkan apakah pemerintah akan merevisi asumsi makro RKP 2014 dari target  RPJMN 2010-2014 dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi terkini.

“Kemarin memang dibahas asumsi pertumbuhan dan lain-lain. Pada saatnya akan disampaikan,” ungkapnya.(c26/yop)


Editor : Other

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.