Kamis, 18 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

PEJABAT BUMN: 5 Pejabat Kementerian BUMN Dirombak

Herdiyan   -   Senin, 18 Maret 2013, 17:44 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan perombakan posisi di internal institusi tersebut.

Setidaknya lima pejabat di Kementerian BUMN dilantik, yakni Imam Apriyanto Putro, Gatot Trihargo, Wahyu Hidayat, Achiran Pandu Djajanto, dan Herman Hidayat.

Wakil Menteri BUMN Mahmuddin Yasin menekankan agar pejabat Kementerian BUMN yang telah dilantik menjalankan tugas dengan baik dan menjauhi praktik tidak terpuji.

“Kami mengharapkan para pejabat yang telah dilantik dapat bekerja dengan maksimal, bertanggungjawab, tidak menerima apapun dari perusahaan BUMN atau pihak lain, serta dapat memberikan sumbangsih yang nyata melalui ide,” tuturnya usai melantik pejabat Kementerian BUMN, Senin (18/3/2013).

Imam Apriyanto Putro menjabat sebagai Sekretaris Kementerian BUMN menggantikan Wahyu Hidayat, Wahyu Hidayat dilantik sebagai Deputi Restrukturisasi dan Perencanaan Strategis menggantikan Achiran Pandu Djajanto.

Selanjutnya, Achiran Pandu Djajanto menjadi Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi menggantikan Irnanda Laksanawan, serta Herman Hidayat menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Investasi dan Sinergi BUMN.

Gatot Trihargo menjabat sebagai Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa menggantikan Parikesit Suprapto. Parikesit sudah memasuki masa pensiun pada awal November 2012.


Editor : Other

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.