Senin, 28 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

EFISIENSI EKONOMi: Perlu Kerja Sama Pusat-Daerah

Hedwi Prihatmoko   -   Selasa, 26 Maret 2013, 21:17 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Ketidakefisienan ekonomi bisa diturunkan apabila pemerintah pusat dan daerah bekerja sama.

Ina Primiana, Pengamat Ekonomi Universitas Padjadjaran, mengungkapkan kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah yang baik akan menciptakan suatu regulasi yang terintegrasi. Selain itu, hambatan ekonomi lain yang menyebabkan biaya ekonomi tinggi juga harus dihilangkan.

“Kalau iklim usaha kondusif, ekspansi meningkat maka pendapatan wilayah meningkat sehingga konsumsi meningkat. Ini yang mendorong produksi terus meningkat,” katanya dalam pesan singkat kepada Bisnis, Selasa (26/3).

Menurutnya, tingginya nilai investasi baru sebagai salah satu alasan level ICOR Indonesia tinggi hanya berpengaruh secara parsial saja.

Pengaruh investasi secara agregat terhadap pertumbuhan ekonomi lebih disumbangkan dari faktor di luar perusahaan yang menyebabkan output produktivitasnya tidak maksimal.

“Selama penyebab ketidakefisienan bisa dihilangkan maka ICOR 4% akan bisa tercapai,” katanya.

Lebih lanjut, Ina mengatakan jenis investasi apapun bisa mendorong ICOR ke level yang lebih rendah selama ada efisiensi produktivitas.

Sebelumnya, Direktur Perdagangan, Investasi, dan Kerjasama Ekonomi Internasional Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan proses perizinan yang menuntut transaksi biaya tinggi masih banyak terjadi di daerah.

Hal tersebut, katanya, jelas menyulitkan para investor, terutama investor domestik, yang  izin investasinya banyak dikeluarkan oleh pemerintah daerah. (IF)

 


Editor : Other

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.