Rabu, 23 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

INFLASI MARET 0,63%: Kenaikan Harga Bawang Beri Andil 0,44%

Ismail Fahmi   -   Senin, 01 April 2013, 19:18 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Setelah bawang putih, kini giliran bawang merah yang memberikan andil terbesar dalam terbentuknya inflasi Maret 2013. Andilnya mencapai 0,44%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan penyebab utama terbentuknya inflasi Maret sebesar 0,63% month to month adalah bawang merah, bawang putih, cabi rawit, jeruk, dan tarif sewa rumah.

Bawang merah, lanjutnya, mengalami inflasi di 65 dari 66 kota IHK dengan tingkat perubahan harga sebesar 82,2% dari Februari ke Maret 2013.

"Andil bawang merah 0,44% karena terjadi kelangkaan dan keterbatasan pasokan," kata Suryamin di kantornya, Senin (01/04).

Lonjakan harga bawang merah tertinggi terjadi di Cirebon dan Tasikmalaya dengan kenaikan harga sebesar 153% dan 121% dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun rata-rata kenaikan harga di 65 kota IHK tercatat sebesar 40-115%.

Sebagaimana bulan lalu, bawang putih masih menjadi komponen inflator pada Maret 2013. Sumbangannya mencapai 0,20% atau lebih tinggi dibandingkan andil pada Januari dan Februari 2013 yakni 0,04% dan 0,12%.

Pada Maret, terjadi perubahan harga bawang putih sebesar 41,73% dengan lonjakan harga tertinggi terjadi di Bima 124% dan Semenep 102%.

Selain itu, harga cabai rawit mulai merangkak naik akibat kekurangan pasokan dari sentra-sentra produksi. Akibatnya, terjadi kenaikan harga sebesar 20,98% dan terjadi inflasi di 57 kota IHK.

"Kenaikan harga tertinggi terjadi di Sumenep 74% dan Palu 60%," ujar Suryamin.

Terkait pembatasan impor produk holtikultura, komoditi buah-buahan mulai menunjukkan kenaikan harga. Harga jeruk tercatat naik 2,18% dibandingkan Februari 2013 dan menyumbang inflasi sebesar 0,02%.

Deputi Statistik Distribusi dan Jasa BPS Sasmito Hadi Wibowo mengatakan komoditas bahan makanan termasuk dalam komponen inflasi harga bergejolak dan sangat sensitif terhadap tekanan suplai dan demand. Apalagi sejumlah komponen bahan makanan bersifat inelastis seperti bawang merah dan bawang putih.

Inflasi dari jeruk, imbuhnya, terjadi karena importasi jeruk dibatasi padahal konsumsi jeruk impor di Indonesia cukup tinggi. Selain itu, ada faktor musiman terkait terbatasnya pasokan jeruk dari dalam negeri.

Sementara itu, beberapa komoditas pangan justru mengalami penurunan harga dan menjadi penghambat inflasi pada Maret 2013. Misalnya, harga telur ayam ras -9,48%, beras -6,6%, ikan segar -0,88%, dan cabai merah -1,47%.  (if)


Source : Ana Noviani

Editor : Other

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.