Senin, 21 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

UKM: Bank Indonesia Lakukan Pembinaan di Provinsi Banten

Yodie Hardiyan   -   Sabtu, 27 April 2013, 16:16 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, PANDEGLANG--- Kantor Perwakilan (Kpw) Bank Indonesia Provinsi Banten membantu dan membina usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) agar dapat semakin berkembang serta memenuhi persyaratan teknis mendapat pinjaman (bankable).

Ilhanuddin Wahab, Deputi Kepala Perwakilan BI Banten, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Badan Pertanahan Negara (BPN). Mereka berkoordinasi mengenai sertifikasi tanah lokasi UMKM beroperasi.

“Kebetulan, BPN punya program sertifikasi. Kami punya data profil UMKM di Banten. Kalau UMKM itu punya sertifikat tanah, mereka memenuhi salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman dari bank,” kata Ilhanuddin di Pandeglang, Sabtu (28/4).

Dalam memperoleh pinjaman, UMKM dinilai tidak hanya harus potensial (feasible), namun juga harus bankable. “Tapi belum tentu kalau sudah dapat sertifikat tanah, kemudian mereka mendapatkan pembiayaan,” katanya.

Berdasarkan data Kpw BI Banten, outstanding penyaluran kredit UMKM pada Februari 2013 mencapai Rp12,67 triliun atau tumbuh tipis dibandingkan dari Januari senilai Rp12,45 triliun. 

Kredit paling banyak disalurkan untuk kredit usaha menengah senilai Rp5,96 triliun, diikuti kredit usaha kecil Rp4,28 triliun dan kredit usaha mikro Rp2,42 triliun.

Kpw BI Banten mengkoordinir wilayah Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Tangerang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang.(42)

 


Editor : Sutarno

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.