Minggu, 23 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

INFLASI JANUARI-APRIL: Telah Capai 2,32%

Hedwi Prihatmoko   -   Rabu, 01 Mei 2013, 10:25 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA--Laju inflasi pada April 2013 tercatat sebesar --0,1% month-to-month (mom) atau 5,57% year-on-year, lebih rendah dibandingkan dengan April 2012 yang tercatat 0,21% (mom).

Dengan demikian, inflasi tahun kalender Januari-April 2013 tercatat sebesar 2,32%.

Kepala BPS Suryamin mengatakan penurunan laju inflasi April tahun ini terutama dikontribusikan oleh kelompok harga bahan makanan.

"Kelompok pengeluaran yang terjadi deflasi cukup besar di bahan makanan, misalnya beras dan gabah karena masih terjadi panen di April,” katanya di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (1/5).

Suryamin mengatakan kelompok bahan makanan mengalami deflasi –0,8%, sedangkan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau --0,3%.

Dari 66 kota yang disurvei, terjadi deflasi di 38 kota dan inflasi di 28 kota. Deflasi tertinggi April 2013 terjadi di Maumere sebesar –1,2% dan Palu sebesar –0,95%.

Suryamin merinci dari inflasi umum --0,1% mom, komponen inflasi inti tercatat sebesar 0,14% mom, inflasi harga diatur pemerintah sebesar 0,14% mom, dan inflasi harga bergejolak –0,96% mom.

Sejak 2008, laju inflasi April cenderung bervariasi, yaitu 0,57% pada 2008, --0,31% pada 2009, 0,15% pada 2010, --0,31% pada 2011, dan 0,21% pada 2012. (Sri Mas Sari/if)


Editor : Ismail Fahmi

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.