Jum'at, 28 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

BISNIS ASURANSI: Premi Baru AIA Financial Tumbuh 33%

Farodlilah Muqoddam   -   Kamis, 02 Mei 2013, 16:05 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—PT AIA Financial membukukan perolehan premi bisnis baru Rp2,32 triliun pada 2012, naik 33% dibandingkan perolehan premi pada tahun sebelumnya Rp1,74 triliun.

Pendapatan total premi juga meningkat 27% pada 2012 menjadi Rp5,8 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp4,57 triliun.

Presiden Direktur AIA Financial Carl Gustini mengatakan pertumbuhan total premi tersebut ditopang oleh naiknya premi renewal, selain pertumbuhan premi bisnis baru yang juga meningkat.

Sejak tiga tahun terakhir, pertumbuhan total premi AIA Financial rata-rata mencapai 27%.

“Pendapatan premi ini didapat dari empat jalur distribusi yakni bancassurance, agen, direct marketing dan jalur alternatif yakni corporate solutions,” katanya dalam paparan kinerja, Kamis (2/5/2013).

Total pendapatan investasi pada 2012 juga tumbuh 65%, menjadi Rp2,59 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp1,57 triliun.

Direktur Keuangan AIA Financial Adit Travedi mengatakan kenaikan hasil investasi tersebut ditopang oleh perkembangan pasar modal yang sangat baik sehingga memberikan imbal hasil tinggi.

Selain itu, imbal hasil obligasi pada tahun lalu juga memberikan hasil signifikan meski dia tidak mau menyebutkan informasi detil.

“Sebagian besar investasi dialokasikan ke dalam intrumen investasi di pasar modal,” katanya.  (ra)

 


Editor : Rustam Agus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.