Kamis, 31 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

HARGA BBM: Apindo Minta Keputusan Kenaikan Dipercepat

Hedwi Prihatmoko   -   Jum'at, 10 Mei 2013, 18:16 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendesak pemerintah mempercepat penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Sofjan Wanandi, Ketua Umum Apindo, mengatakan lambannya pemerintah memutuskan kenaikan harga BBM bersubsidi menyebabkan banyak penimbunan bahan bakar sehingga menyebabkan terganggunya distribusi barang.

Selain itu, lanjutnya, banyak pedagang yang menahan barangnya karena masih menunggu keputusan pemerintah sebelum melakukan penjualan.

“Penjualan banyak yang turun, penjualan semen turun 15%, penjualan mobil turun 15%-20%, bank-bank banyak yang menciutkan kreditnya, pengusaha domestik banyak yang mengambil sikap wait and see,” katanya dalam Konferensi Pers Situasi Perekonomian Nasional Terkini dan Ketagakerjaan, Jumat (10/5).

Sofjan juga menyoroti keraguan pemerintah yang menyebabkan lembaga pemeringkat utang internasional Standar&Poor’s (S&P) dan Moody’s menilai buruk kondisi perekonomian Indonesia.

Menurutnya, penilaian negatif tersebut menyebabkan pengusaha lebih sulit untuk mendapatkan pembiayaan usahanya.

Sofjan mengakui kenaikan harga BBM bersubsidi akan mempengaruhi kalangan dunia usaha. Namun, sambungnya, kenaikan tersebut memberikan dampak yang lebih kecil dibandingkan dengan ketidakpastian yang diberikan pemerintah.

Menurutnya, ketegasan pemerintah akan memperbaiki iklim perekonomian Indonesia sehingga mampu memberikan efek lanjutan yang lebih besar ke pengusaha.

“Kenaikan harga BBM bersubsidi 30% paling menaikkan harga barang 2%-3%. Soalnya hanya mempengaruhi cost logistic-nya saja. Cost logistic itu cuma sekitar 15% dari total biaya produksi,” pungkasnya.

 

 


Editor : Martin Sihombing

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.