Sabtu, 20 Desember 2014

IPO SEMEN BATURAJA: Harga Saham Ditetapkan Rp560

Herdiyan Senin, 10/06/2013 18:51 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Produsen semen pelat merah yang baru akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Semen Baturaja (Persero) Tbk, menetapkan harga saham perdana (initial public offering/IPO) Rp560 per saham.

Menurut salah seorang sumber di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), harga tersebut telah disepakati dalam rapat pembahasan harga IPO, Senin sore (10/6).

“Menteri BUMN sudah menandatangani surat keputusan selepas pulang dari kunjungan kerja ke Merak dan Tangerang, Banten,” ujarnya di kantor Kementerian BUMN, Senin (10/6/2013).

Saat dimintai konfirmasi, Menteri BUMN Dahlan Iskan enggan berkomentar banyak mengenai penetapan harga IPO tersebut.

Bila harga itu dipublikasikan, dia khawatir akan menyalahi peraturan yang ditetapkan di pasar modal.

“Nanti malah menyalahi aturan OJK , kalau saya bersuara mengumumkan harga itu,” tuturnya.

Setelah melalui proses pembahasan yang alot di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) lebih dari 2 tahun—akhirnya disetujui untuk melepas saham ke publik 11 Februari 2013 lalu, Semen Baturaja melakukan penawaran awal (bookbuilding) yang dimulai 29 Mei hingga 7 Juni 2013 mendatang.

Pernyataan efektif dari OJK diprediksi dapat diperoleh 18 Juni mendatang sehingga masa penawaran akan dilaksanakan pada 20, 21, 24 Juni 2013.

Setelah itu, bila tak ada aral melintang, prosesnya akan dilanjutkan dengan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 28 Juni 2013.

Dari penawaran umum saham perdana itu, Semen Baturaja optimistis mampu meraup dana sebesar Rp1,16 triliun—Rp1,6 triliun.

Sebelumnya, harga IPO Semen Baturaja ditetapkan di kisaran harga Rp500—Rp685 per saham dengan jumlah saham yang akan dilepas sebesar 2,337 miliar saham atau 23,76% dari modal disetor.

Sama halnya dengan Dahlan, Direktur Utama Semen Baturaja Pamudji Rahardjo juga enggan berkomentar banyak mengenai harga yang telah ditetapkan. Namun, dia memastikan harga IPO telah ditetapkan dan telah disetujui Menteri BUMN.

“Artinya, perseroan optimistis akan meraup minimal Rp1 triliun untuk mendukung ekspansi perseroan hingga 2016 mendatang,” ujarnya.

Perseroan akan mengurus proses administrasi di OJK dalam waktu dekat ini. Setelah urusan itu selesai, pihaknya baru akan menyiapkan proses listing di BEI 28 Juni mendatang.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...