Jum'at, 19 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

KAMUS EKONOMI: Apa Arti Tax Holiday?

Martin Sihombing   -   Minggu, 23 Juni 2013, 12:32 WIB

BERITA TERKAIT

Orang sering bertanya: Apa itu tax holiday? Apa kalau saya berlibur, kena pajak? Begitu pertanyaan orang kebanyakan ketika pemerintah membicarakan soal tax holiday.  Banyak definisi atau pengertian diberikan, tetapi ujungnya, memiliki arti yang sama.

Sebuah program insentif pemerintah yang menawarkan pengurangan pajak atau penghapusan untuk bisnis. Tax holiday sering digunakan untuk mengurangi pajak penjualan oleh pemerintah daerah, tetapi mereka juga sering digunakan oleh pemerintah di negara-negara berkembang untuk membantu merangsang investasi asing.

Digunakan dengan harapan meningkatkan produk domestik bruto (PDB) di negara-negara berkembang, tax holiday adalah cara di mana pemerintah menarik investor asing. Tax holiday sering diletakkan di tempat dalam industri tertentu untuk membantu mendorong pertumbuhan.

Ada juga yang mendefisinikan  tax holiday  adalah pengurangan atau penghilangan pajak secara sementara.

Tax holiday dilakukan untuk meningkatkan ketertarikan dalam berinvestasi bagi para investor baik untuk investor asing maupun luar negeri. Namun biasanya tax holiday ini lebih ditujukan untuk investor asing. Negara-negara tetangga kita seperti Cina, Vietnam, dan Thailand telah melakukan tax holiday terhadap investasi yang masuk.

Mengambil salah satu contoh negara tersebut, maka kita mengambil China. Tax holiday ini mulai diberlakukan oleh pemerintah China pada t 2008 untuk meningkatkan investasi yang berada pada sektor dengan teknologi tinggi dengan melakukan pengurangan pajak sebesar 15%. Kebijakan baru ini untuk menggantikan program pajak pmerintah yang lebih mengutamakan investasi dalam daerah-daerah tertentu. Bahkan sejak diterbitkan kebijakan ini, indsutri manufaktur yang tadinya merupakan industri andalan Cina dan diberikan tax holiday untuk investasi asing, mulai dihilangkan secara berkala dalam 5 tahun terhitung sejak 2008.

Lahirnya tax holiday dilatari oleh UU 25 tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Dalam pasal 18, pemerintah dapat memberikan fasilitas berupa pembebasan atau pengurangan pajak penghasilan dalam jumlah tertentu kepada penanam modal baru yang merupakan industri pionir.

Sebagai amanat UU tentang Penanaman modal, PMK 130 terbit untuk mengatur tax holiday. Sebelumnya, dalam PP nomor 62 tahun 2008, diatur pula fasilitas pajak penghasilan untuk penanaman modal di bidang usaha tertentu. Tapi, PP ini lebih kurang menarik, sehinggatax holiday lebih ditunggu. (dari berbagai sumber)


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Dapatkan data Neraca, Reksa Dana, Waran, Swap, Valas, Obligasi, dan Saham. Klik disini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik disini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.