Kamis, 27 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Rupiah Tembus Rp10.000/US$, Siapa Takut?

Ahmad Puja Rahman Altiar   -   Senin, 08 Juli 2013, 13:48 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah mengaku tidak mempermasalahkan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp10.000 terhadap dollar Amerika Serikat karena hal tersebut terjadi karena faktor eksternal.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan selama banyak mata uang negara lain yang ikut melemah, pemerintah tidak terlalu khawatir.

Sebaliknya, jika hanya rupiah yang melemah, maka pemerintah khawatir karena ada faktor domestik yang perlu diperhatikan.

“Kalau rupiah masih Rp10.000 tidak apa-apa karena semua mata uang global melemah, maka isunya bukan hanya Indonesia. Kalau rupiah sendiri yang jatuh, baru kita perlu khawatirkan faktor domestiknya,” kata Chatib pada Senin (8/7/2013) di Jakarta.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pelemahan rupiah relatif tidak separah mata uang Asia lainnya. Sejak awal tahun hingga akhir pekan lalu, depresiasi rupiah mencapai 3,01%.

Di Asia Tenggara, depresiasi nilai tukar peso Filipina mencapai 4,94%, dollar Singapura mencapai 3,97%, dan ringgit Malaysia sebesar 3,13%. Di Asia Timur depresiasi lebih parah, seperti won Korea Selatan yang mencapai 7% dan yen Jepang yang mencapai 14%.

“Meskipun demikian, BI tetap berkomitmen untuk senantiasa menjaga nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dengan menjaga kecukupan likuiditas valas di pasar,” kata Agus pada akhir pekan lalu.


Editor : Nurbaiti

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.