Sabtu, 20 Desember 2014

Rupiah Tembus Rp10.000/US$, Siapa Takut?

Ahmad Puja Rahman Altiar Senin, 08/07/2013 13:48 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Pemerintah mengaku tidak mempermasalahkan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp10.000 terhadap dollar Amerika Serikat karena hal tersebut terjadi karena faktor eksternal.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan selama banyak mata uang negara lain yang ikut melemah, pemerintah tidak terlalu khawatir.

Sebaliknya, jika hanya rupiah yang melemah, maka pemerintah khawatir karena ada faktor domestik yang perlu diperhatikan.

“Kalau rupiah masih Rp10.000 tidak apa-apa karena semua mata uang global melemah, maka isunya bukan hanya Indonesia. Kalau rupiah sendiri yang jatuh, baru kita perlu khawatirkan faktor domestiknya,” kata Chatib pada Senin (8/7/2013) di Jakarta.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pelemahan rupiah relatif tidak separah mata uang Asia lainnya. Sejak awal tahun hingga akhir pekan lalu, depresiasi rupiah mencapai 3,01%.

Di Asia Tenggara, depresiasi nilai tukar peso Filipina mencapai 4,94%, dollar Singapura mencapai 3,97%, dan ringgit Malaysia sebesar 3,13%. Di Asia Timur depresiasi lebih parah, seperti won Korea Selatan yang mencapai 7% dan yen Jepang yang mencapai 14%.

“Meskipun demikian, BI tetap berkomitmen untuk senantiasa menjaga nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya dengan menjaga kecukupan likuiditas valas di pasar,” kata Agus pada akhir pekan lalu.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...