Senin, 01 September 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Lautan Emas Mulia Bayar Utang Nasabah

Anissa Margrit   -   Selasa, 16 Juli 2013, 19:30 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA--Perusahaan investasi emas PT Lautan Emas Mulia berencana membayar utangnya kepada para nasabah dengan cara bertahap selama 48 bulan alias 4 tahun terhitung mulai 2014.

Usulan itu disampaikan dalam proposal perdamaian tertanggal 5 Juli 2013, yang diperoleh Bisnis, Selasa (17/7/2013). Lautan Emas Mulia (LEM) menawarkan hanya membayar sisa atau selisih utang pokok mereka saja. 

Dalam proposalnya, debitur mengatakan di skema pembayaran tersebut utang pokok dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok 1 adalah nasabah dari penjualan fisik termasuk gadai, di mana nasabah yang masih aktif akan dibayar selisih 25% dari nilai kontrak yang tertera di invoice. Pembayaran dilakukan tiap tanggal 20 selama 48 bulan, mulai 20 Januari 2014. 

Kelompok 2, yaitu nasabah aktif dari penjualan dengan program ganda, akan dilunasi sesuai kontrak di invoice. Investor bakal dibayar setiap bulan mulai 23 Januari 2014 dan seterusnya hingga bulan ke-48.

Sementara itu, nasabah yang masih aktif dari penjualan program detained settlement (DS), masuk dalam kelompok 3 dan akan dibayar sesuai kontrak di invoice. LEM menjanjikan mereka dibayar setiap bulan mulai 25 Januari 2014, kemudian 25 Februari 2014, dan seterusnya selama 4 tahun.

Selain itu, tawaran perdamaian mencantumkan rebate atau rabat yang tertunggak dihapuskan dan komisi agen yang tertunggak pun dihilangkan.

Rencana perdamaian ini ditandatangani oleh dua direktur LEM, yaitu Ferisal Wijaya dan Hendry Tomy Rorong. Pihak debitur menyebutkan mereka memiliki beberapa aset berupa dua buah mobil dan emas dengan berat total 6,4 kilogram yang disimpan di pimpinan cabang Medan, Cirebon, serta Semarang. 

LEM merupakan satu dari beberapa perusahaan investasi emas yang diajukan ke pengadilan karena gagal membayar investornya. Awalnya, mereka dimohonkan pailit oleh tiga nasabahnya. Namun, sebelum putusan dijatuhkan ternyata direksi perusahaan memohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). 

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pun mengabulkan permohonan PKPU itu pada Mei 2013.

Berdasarkan berkas verifikasi tim pengurus hingga 25 Juni, sampai rapat verifikasi terakhir jumlah kreditur dalam PKPU tetap sebanyak 2.858. Dari jumlah itu, total invoice menyentuh 6.725 buah dan nilai utang keseluruhan mencapai Rp618,45 miliar. 

Para investor LEM disebutkan berada di delapan kota, yakni Bandung, Bogor, Cirebon, Jakarta, Palembang, Serpong, Semarang, dan Medan.


Editor : Martin Sihombing

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.