Kamis, 24 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Takaful Malaysia Cari Mitra Strategis di Indonesia

Fahmi Achmad   -   Rabu, 24 Juli 2013, 16:14 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.comJAKARTA - Syarikat Takaful Malaysia masih mencari mitra strategis di Indonesia untuk membantu memperluas jaringan distribusi asuransi jiwa dan kerugian syariah.

Hal itu dinyatakan Group Managing Director Takaful Mohammad Hassan Kamil, seperti dilansir Middle East Insurance Review hari ini, Rabu (24/7/2013).

Takaful saat ini dalam pembicaraan untuk menjual saham atau menerbitkan saham baru milik unit usahanya di Indonesia kepada mitra lokal sejak tahun lalu, tetapi kesepakatan belum tercapai. Namun, Hassan menegaskan pihaknya masih aktif mencari mitra strategis.

"Kami membutuhkan mitra strategis untuk menambah modal serta memberikan keahlian yang diperlukan dan orang-orang untuk membantu menjalankan perusahaan. Sejauh ini, kami belum menemukan mitra yang tepat untuk memberikan modal dan sumber daya manusianya," ujar Hassan.

Di Indonesia, Takaful memiliki bisnis asuransi syariah melalui PT Syarikat Takaful Indonesia (STI) yang memiliki unit asuransi jiwa melalui Takaful Keluarga dan unit asuransi kerugian Takaful Umum. Takaful Malaysia memegang 56% saham di STI, sedangkan Bank Muamalat Indonesia memiliki saham 6%.

"Takaful Malaysia telah dan akan terus fokus dalam pertumbuhan operasi kami di Indonesia dengan mempertimbangkan populasi Muslim besar di sana. Kami akan fokus pada multidistribusi untuk mengembangkan pasar kami serta memasuki komunitas muslim di sana," kata Hassan.


Editor : Hery Lazuardi

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.