Jum'at, 18 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Pidato Kenegaraan: SBY Paparkan 4 Pokok Pikiran

Sepudin Zuhri   -   Jum'at, 16 Agustus 2013, 10:19 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan empat pokok pikiran dalam pidato kenegaraan menyambut ulang tahun kemerdekaan RI dalam sidang bersama DPD & DPR di Gedung Nusantara MPR RI/DPR RI Jakarta, Jumat (16/8/2013).

"Ada empat hal penting yang akan saya sampaikan dalam pidato kali ini," kata Presiden.

Keempat hal penting yang menjadi sorotan Presiden itu adalah mengenai pentingnya kemampuan mengelola ekonomi di tengah ketidapastian ekonomi global yang masih dilanda krisis, kerukunan dan toleransi bangsa, pentingnya menyukseskan penyelenggaraan pemilu dan suksesi nasional dan terakhir pentingnya mempertahankan kedaulatan RI.

Pada bagian lain pidatonya, presiden juga mengatakan bahwa saat ini peran Indonesia terus berkembang tidak hanya secara regional, tetapi juga internasional.

Pada 2013 ini, kata Presiden, selain akan menjadi tuan rumah pertemuan kekuatan ekonomi Asia Pasifik yang tergabung dalam APEC di Bali, Oktober mendatang, Indonesia juga akan menjadi tuan rumah pertemuan "World Cultural Summit" dan pertemuan tingkat menteri "World Trade Organization".

"Saya mengajak semua komponen bangsa untuk menyukseskan perhelatan itu," katanya.

Presiden menambahkan bahwa kontribusi bangsa juga tercermin dalam pemeliharan dunia, dan Indonesia menjadi penyumbang utama untuk misi pemeliharan perdamaian dunia. "Saya percaya kita harus berkontirbusi pada pemeliharaan dunia," kata Kepala Negara. (Antara)


Editor : Sepudin Zuhri

 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.