Senin, 21 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Harga Kedelai Naik, Inflasi Agustus Terancam Tinggi

Ringkang Gumiwang   -   Selasa, 27 Agustus 2013, 23:29 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA - Melonjaknya harga kedelai akibat minimnya pasokan dan belum meredanya pelemahan nilai tukar rupiah, diprediksi akan mendorong inflasi Agusutus hingga 1,5%.  

Kepala Ekonom PT Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih mengatakan inflasi Agustus diperkirakan akan lebih tinggi dari prediksinya pada awal bulan ini, yakni sebesar 0,85%.

“Saya lihat inflasi dalam dua minggu pertama dari Bank Indonesia saja sudah mencapai 1,3%. Tapi, saya masih yakin tidak akan melebihi level 2%,” ujarnya, saat dihubungi, Selasa (27/08/2013).

Menurutnya, pengaruh harga kedelai terhadap inflasi cukup besar, mengingat komoditas ini banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Kendati demikian, dia menilai Indonesia beruntung, karena kenaikan harga kedelai tidak diikuti harga beras.

Di tempat berbeda, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan kenaikan harga pangan seperti kedelai dan jagung, dikarenakan ada anomali cuaca di negara impor Amerika Serikat.

“Di AS sendiri sebetulnya ada anomali sehingga memang ada kenaikan harga. Ini kita harus waspadai,” ujarnya, usai rapat koordinasi pangan di Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (27/08/2013).

Dari rapat tersebut, lanjutnya, pemerintah akan segera mencukupi kebutuhan dalam negeri agar tidak menyebabkan harga komoditas pangan tersebut semakin tinggi. Dia mengaku perlu ada tambahan impor, karena panen kedelai dalam negeri juga sudah selesai.   


Editor : Sepudin Zuhri

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.