Kamis, 31 Juli 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

Chatib Basri Revisi Lagi Tarif Pajak Barang Mewah

Ringkang Gumiwang   -   Selasa, 03 September 2013, 20:03 WIB

BERITA TERKAIT

Bisnis.com, JAKARTA—Kementerian Keuangan menetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 121/PMK.011/2013 tentang jenis barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor yang dikenai pajak penjualan atas barang mewah.

Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan penetapan PMK tersebut untuk menjaga daya saing produk industri dalam negeri terhadap ancaman derasnya barang-barang impor terutama dari hasil ilegal.

“Selama ini, perusahaan domestik sulit bertarung karena mereka harus bayar pajak, sedangkan impor hasil selundupan tidak kena pajak. Penetapan pajak barang mewah itu juga diharapkan meningkatkan daya beli konsumen,” jelasnya, Selasa (3/9/2013).

Sementara itu, peraturan sebelumnya yakni Peraturan Menteri Keuangan Nomor 103/PMK.03/2009 tentang jenis barang kena pajak yang tergolong mewah selain kendaraan bermotor yang dikenakan pajak penjualan atas barang mewah, dinyatakan sudah tidak berlaku.

Dalam aturan baru tersebut, Kementerian Keuangan mengenakan tarif pajak 10%-75% terhadap barang-barang mewah tersentu, dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan.

Sebagai contoh, lemari pendingin-pembeku tipe rumah tangga dengan kapasitas 180 liter atau harga jual di atas Rp10 juta dikenakan tarif penjualan barang mewah 10%. Selain itu, mesin cuci rumah tangga dengan nilai di atas Rp5 juta juga dikenakan PPnBM 10%.

Kemudian, penetapan tarif pajak 20% untuk apartemen, kondominium, townhouse dari jenis strata title dan sejenisnya dengan luas bangunan 150 meter persegi atau lebih.

Kementerian Keuangan juga menetapkan tarif pajak 30% terhadap barang kelompok kapal atau kendaraan air lainnya, sampan dan kano, kecuali untuk keperluan negara atau angkutan umum.

Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari rencana pemerintah untuk menerbitkan empat peraturan Menteri Keuangan sebagai bagian dari paket kebijakan ekonomi kedua guna menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Salah satunya yakni PMK No. 121/2013 mengenai penghapusan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) untuk produk-produk tertentu yang sudah tidak tergolong mewah sehingga lebih terjangkau oleh masyarakat dan mencegah peredaran produk ilegal.


Editor : Hery Lazuardi

Siapa peraih GRAND PRIZE 1 UNIT MOTOR Tebak Skor & Juara Brasil 2014? Klik DI SINI!.
 

THR dari Bisnis Indonesia: Berlangganan ePaper seumur hidup hanya Rp10 juta. Terbatas hingga 31 Juli, klik DI SINI!.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER