Selasa, 23 Desember 2014

Prudential Catat Pertumbuhan Premi Bisnis Baru 32%

Tisyrin Naufalty Tsani Minggu, 08/09/2013 13:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA– PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) mencatat pendapatan premi bisnis baru Rp5,9 triliun pada semester I/2013 atau meningkat 32% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

William Kuan, Presiden Direktur Prudential Indonesia, mengatakan pertumbuhan yang dialami perusahaan di antaranya didukung pertumbuhan dan produktivitas agen serta ekspansi produk.

“Kami berkomitmen untuk mendengarkan nasabah kami dan memastikan kami memiliki rangkaian produk dan jasa yang memenuhi kebutuhan masing-masing nasabah,” katanya melalui siaran persnya hari ini,  Minggu (8/9/2013).

Perusahaan juga mencatat pendapatan premi total pada semester I/2013 mencapai Rp11,8 triliun. Total aset Prudential Indonesia pada semester pertama tahun ini naik 31% menjadi Rp46,5 triliun. Selain itu, sampai dengan Juni 2013, Prudential Indonesia juga membayar total klaim dan manfaat sebesar Rp4,7 triliun.  

Selama semester I/2013, Prudential Indonesia meluncurkan PRUlink Indonesia Greater China Equity Fund, PRUaman dan PRUaccess.

PRUlink Indonesia Greater China Equity Fund memungkinkan nasabah untuk mengalokasikan sebagian premi unit-link mereka untuk berinvestasi di wilayah China dan sekitarnya yaitu China, Hong Kong dan Taiwan, baik dalam mata uang rupiah atau dollar Amerika.

Sementara itu PRUaman merupakan produk asuransi mikro yang bisa diakses oleh lapisan masyarakat yang lebih luas. PRUaccess yang juga diluncurkan pada paruh pertama tahun ini adalah pengembangan portal layanan nasabah yang memudahkan nasabah mengetahui informasi polis, melacak proses klaim dan melakukan transaksi secara elektronik, seperti menambah atau memindahkan dana menggunakan komputer dan smartphone yang mereka miliki.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...