Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Nasional Bersiap Masuki Pasar Asean

Bank dengan kategori buku empat atau bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun dinilai dapat mulai mempersiapkan kehadiran di Negara lain di Asean, menyusul kemajuan pembahasan tentang kesetaraan perlakuan atau resiprokal di kawasan.
Bank nasional. Bersiap masuki pasar Asean.
Bank nasional. Bersiap masuki pasar Asean.

Bisnis.com, JAKARTA--Bank dengan kategori buku empat atau bank dengan modal inti di atas Rp30 triliun dinilai dapat mulai mempersiapkan kehadiran di Negara lain di ASEAN menyusul kemajuan pembahasan tentang kesetaraan perlakuan atau resiprokal di kawasan.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowadojo mengatakan pembahasan tentang kesetaraan perlakuan atau resiprokal di tataran ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) telah mengalami kemajuan.

Agus bahkan menyebutkan pembahasan resiprokal di tataran ABIF berpeluang selesai dalam waktu tidak terlalu lama.

“Paling tidak sebelum akhir 2014. Dengan kemajuan itu kami harapkan nanti ada asas resiprokal, market akses, aspek domestic regulation, yang itu bisa membuat bank-bank Indonesia hadir dengan baik,” katanya, Senin (14/7/2014).

Dengan asas resiprokal yang disepakati bersama, akan ada perlakuan yang setara terhadap bank-bank asing yang beroperasi di suatu Negara. Lebih penting adalah komitmen negara setempat atas kehadiran bank-bank dari Negara-negara anggota ASEAN lainnya di wilayahnya.

“Saya tidak bisa sebut [bank dari Indonesia]. Namun, paling tidak ada bank kategori buku empat, itu adalah bank-bank yang harusnya siap untuk mempunyai kehadiran di Negara-negara ASEAN,” katanya.

Bank Indonesia telah memperjuangkan asas kesetaraan perlakukan atau resiprokal terhadap bank domestik di luar Negeri. Hal itu dilakukan agar negara yang telah memiliki bisnis jasa keuangan perbankan di Indonesia mau membuka diri apabila perbankan Indonesia hendak beraktivitas di Negara tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggi Oktarinda
Editor : Ismail Fahmi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper