Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Semester I/2014, Bank Sulut Himpun DPK Rp8,42 Triliun

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank Sulut) mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp8,42 triliun sepanjang semester I/2014.

Bisnis.com, MANADO -- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara (Bank Sulut) mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp8,42 triliun sepanjang semester I/2014.

Capaian tersebut melonjak 67,72% dari periode yang sama tahun lalu senilai Rp5,02 triliun.

Direktur Utama Bank Sulut Johanis Ch Salibana menuturkan peningkatan DPK terjadi pada simpanan berjangka yang melesat 93,1% dari Rp2,65 triliun pada semester I/2013  menjadi Rp5,12 triliun pada 6 bulan pertama tahun ini.

Selain simpanan berjangka, peningkatan signifikan juga terjadi pada giro dengan pertumbuhan 70% dari Rp1,29 triliun menjadi Rp2,2 triliun.

“Dari sisi tabungan, naik tipis 1,86% menjadi Rp1,09 triliun dari sebelumnya Rp1,07 triliun,” ujarnya, Rabu (23/7/2014).

Peningkatan penghimpunan DPK itu menyebabkan pendapatan bunga perseroan naik signifikan 90,56% menjadi Rp1,01 triliun dari sebelumnya Rp530,25 miliar.

Namun, beban bunga Bank Sulut malah melonjak 270,35% dari Rp174,65 miliar pada semester I/2013 menjadi Rp646,83 miliar pada paruh pertama tahun ini.

Kondisi tersebut membuat pendapatan bunga bersih hanya naik tipis 2,29% menjadi Rp363,74 miliar dari sebelumnya Rp355,59 miliar.

Bahkan, beban bunga yang membengkak itu juga menyebabkan laba bersih bank kebanggaan masyarakat Sulut itu tergerus 36,5% menjadi Rp82,27 miliar dari sebelumnya Rp129,74 miliar.

Pada perkembangan lain, bank dengan motto Torang pe Bank itu mencatat penyaluran kredit sebesar Rp6,27 triliun sepanjang semester I/2014 atau tumbuh 10,44% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp5,67 triliun.

Adapun rasio intermediasi perseroan (loan to deposit ratio/LDR) terjaga pada level 74,44% dari sebelumnya 82,29%.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) Bank Sulut berada pada level 1,32% hingga Juni 2014 atau naik dari 0,24% pada Juni 2013.

Biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) tercatat meningkat menjadi 80,99% dari posisi sebelumnya 67,79%.

Adapun net interest margin (NIM) perseroan juga turun dari 11,49% menjadi 10,11% (year on year).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Herdiyan
Editor : Saeno

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper