Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintahan Jokowi-JK Didesak Bentuk Bank Pertanian

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta presiden terpilih Joko Widodo membentuk BUMN perbankan khusus agribisnis sebagai upaya menyelamatkan para petani di Indonesia.
Pertanian padi?bisnis
Pertanian padi?bisnis

Bisnis.com, BOGOR- Pemerintah Provinsi Jawa Barat meminta presiden terpilih Joko Widodo membentuk BUMN perbankan khusus agribisnis sebagai upaya menyelamatkan para petani di Indonesia.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pemerintahan baru mendatang sudah saatnya memikirkan sektor keuangan yang pro terhadap pertanian, peternakan, kehutanan dan kelautan.

"Kalau pemerintah ke depan sadar dan membela para petani dengan diadaknnya perbankan khusus agribisnis, maka sekitar 50% permasalahan di Indonesia sudah terselesaikan," katanya seusai menghadiri Forum Riset keuangan Syariah 2014 di Institut Pertanian Bogor, Selasa (14/10/2014).

Menurutnya, kemiskinan di Indonesia selama ini berasal dari kaum kecil yang didominasi kalangan petani dan nelayan.

Padahal, katanya, keempat sektor agribisnis tersebut merupakan penopang besar perekonomian Indonesia dengan hasil produk agribisnis yang melimpah.

Ahmad menuturkan permasalahan yang dihadapi kalangan petani dan nelayan di Indonesia terdapat pada sulitnya menerima kucuran kredit dari perbankan.

"Alasan perbankan tidak memberikan kredit karena menilai sektor pertanian tidak bankable," katanya.

Dia memaparkan, dengan dibentuknya BUMN khusus agribisnis ke depan, sekitar 80% kemiskinan dari kalangan petani akan bisa diminimalisasi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan apa yang diusulkan Ahmad Heryawan persis seperti yang diinginkan masyarakat pada umumnya.

Pihaknya mendorong apabila pemerintah ke depan tertarik untuk membentuk BUMN khusus agribisnis yang berpotensi bisa meminimalisasi 50% persoalan di Indonesia.

"Kami tentu setuju apabila pemerintah ke depan mau membentuk BUMN pertanian dan sejenisnya. Sepanjang memenuhi keinginan semua pihak, kenapa tidak," paparnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Miftahul Khoer
Editor : Ismail Fahmi

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper