Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kendati Ekonomi Lesu, Multifinance Antre Terbitkan Obligasi

PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) meyakini emisi obligasi multifinance masih marak hingga akhir tahun, meski kinerja perekonomian nasional melambat pada kuartal I/2015.

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) meyakini emisi obligasi multifinance masih marak hingga akhir tahun, meski kinerja perekonomian nasional melambat pada kuartal I/2015.

Pasalnya, emisi obligasi merupakan salah satu opsi pendanaan bagi perusahaan pembiayaan untuk menjalankan usahanya. Kendati demikian, PEFINDO menyatakan emisi obligasi multifinance tercatat melemah pada tahun ini.

“Mereka lebih aktif dibandingkan korporasi lainnya. Tapi, pertumbuhannya memang agak terkoreksi pada Januari-April 2015 karena terpengaruh kondisi perekonomian Indonesia,” kata Rating Director PEFINDO Vonny Widjaja di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Berdasarkan mandat surat utang yang diterima Pefindo per 30 April 2015, sektor pembiayaan mencapai 12 unit, dan diikuti dengan bank sebanyak lima unit. Sisanya adalah perusahaan telekomunikasi, perkebunan, dan properti.

Adapun, sejumlah perusahaan pembiayaan mendapatkan outlook stabil yakni PT Mandala Multifinance Tbk dengan peringkat idA (MFIN), PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) yaitu id AA-, dan PT Indomobil Finance Indonesia ditetapkan idA (IMFI).  

“Tiga pemeringkatan itu dilakukan atas rencana penerbitan surat utang atas tiga perusahaan yaitu SANF, IMFI, dan MFIN. Secara umum, prospeknya stabil karena struktur permodalan yang kuat,” katanya.

Mengutip data Bank Indonesia, outstanding pinjaman bank oleh multifinance mencapai Rp244,5 triliun pada kuartal I/2015. Rinciannya, outstanding pinjaman bank dalam negeri mencapai Rp Rp131,62 triliun sedangkan bank asing Rp112,95 triliun.

Sebaliknya, penerbitan obligasi menempati peringkat kedua dengan outstanding mencapai Rp51,7 triliun pada periode yang sama. Adapun, pinjaman subordinasi lokal dan asing berjumlah Rp537 miliar.

Tidak hanya itu, beberapa multifinance memang menggenjot sumber pendanaan mulai dari pinjaman perbankan, dan emisi obligasi hingga semester I/2015 di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga BI pada semester II/2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper