Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rupiah Melemah, Modal Dua Multifinance Join Venture Tergerus

Otoritas Jasa Keuangan menyatakan dua perusahaan pembiayaan joint venture berpotensi menyentuh batas maksimal gearing ratio dengan asumsi kondisi mata uang dolar AS terus menguat terhadap rupiah.
Ilustrasi leasing kendaraan bermotor/www.raceworld.tv
Ilustrasi leasing kendaraan bermotor/www.raceworld.tv

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan menyatakan dua perusahaan pembiayaan joint venture berpotensi menyentuh batas maksimal gearing ratio dengan asumsi kondisi mata uang dolar AS terus menguat terhadap rupiah.

Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Pengawas Industri NonBank OJK mengatakan hasil tersebut didapatkan setelah pihaknya melakukan simulasi stress test dengan acuan mata uang rupiah Rp15.000 terhadap dolar AS.

“Hasil simulasi kami ada dua multfinance yang nyaris menyentuh 10 kali. Seharusnya dengan kondisi itu mereka harus menambah modal,” katanya, seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (1/9/2015).

Gearing ratio merupakan ukuran batas atas jumlah pinjaman yang bisa dilakukan multifinance dibandingkan dengan modal perusahaan. Berdasarkan PMK No.84/2006 tentang perusahaan pembiayaan, gearing ratio dibatasi maksimal 10 kali dari jumlah modal.

Sebagai ilustrasi, perusahaan yang memiliki modal Rp100 miliar dapat memperoleh pinjaman atau utang sebagai sumber pendanaan pembiayaan sebesar Rp1 triliun.

Firdaus mengatakan rata-rata gearing ratio perusahaan tersebut meningkat pada sejumlah perusahaan yang mengandalkan pinjaman luar negeri dalam mata uang asing untuk mendanai pembiayaan.

“Terutama untuk JV, sebelumnya gearing ratio hanya 5-6 kali. Karena kondisi ini [penguatan dollar] sudah ada yang naik hingga 8-9 kali,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper