Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Fitch Ganjar Tiga Bank Ini dengan Peringkat Nasional AAA

Ketiga bank itu yakni PT Bank Commonwealth, PT Bank ANZ Indonesi, dan PT Bank Permata Tbk. masing-masing memperoleh peringkat nasional jangka panjang AAA dengan prospek stabil, sementara peringkat nasional jangka pendek berada di level F1+.

Bisnis.com, JAKARTA - Fitch Ratings mengganjar peringkat nasional tiga bank pada level AAA (idn) sejalan dengan proyeksi pertumbuhan kredit yang terkendali dalam jangka waktu pendek dan menengah.

Ketiga bank itu yakni PT Bank Commonwealth, PT Bank ANZ Indonesi, dan PT Bank Permata Tbk.  masing-masing memperoleh peringkat nasional jangka panjang AAA dengan prospek stabil, sementara peringkat nasional jangka pendek berada di level F1+.

Analis Fitch Ratings Ira Febrianty mengatakan peringkat nasional didasari besarnya potensi dukungan tepat waktu dari bank induk jika dibutuhkan.

"Fitch meyakini ketiga bank adalah anak usaha dengan kepentingan strategis bagi masing-masing induk usaha,"ungkapnya dalam keterangan pers yang diterima Bisnis.com, Selasa(6/10/2015).

Commonwealth dimiliki sebanyak 99% oleh Commonwealth Bank of Australia, dan ANZ dimiliki sebanyak 99% oleh Australia & New Zealand Banking Group. Sementara itu, Bank Permata sahamnya dimiliki 44,56% oleh Standard Chartered Bank.

Posisi Commonwealth dan ANZ diperkuat dengan besarnya dampak pada reputasi induk bank jika bank tersebut gagal, dan sinergi yang kuat antara bank induk dan anak perusahaan yang diwujudkan dalam area kunci, yakni operasional, manajemen risiko, dan personel inti, hingga nama yang sama. 

Selain itu, dikokohkan pula dengan kepemilikan mayoritas serta kemampuan yang besar dari induk bank untuk memberikan sokongan modal jika dibutuhkan.

Khusus Bank Permata, kepemilikan mayoritas dari induk bank dan penetapan personel inti menjadi kunci dukungan. Tak hanya itu, kemampuan anak perusahaan mengelola risiko dan bisnis, serta menyediakan aliansi pasar domestik untuk bank induk menjadi nilai unggul.

Kendati demikian, lingkungan operasional yang lemah dengan tingkat suku bunga tinggi, perlambatan ekonomi, depresiasi rupiah dan perlemahan harga komoditas mengakibatkan rerata rasio kredit macet (NPL) meningkat ke level 2,3% pada akhir semester I/2015 dari 1,8% pada 2014. 

Pemburukan kualitas aset terlihat di berbagai industri dengan rerata rasio kredit dengan perhatian khusus (SML) meningkat ke 5,3% pada semester I/2015 dibandingkan dengan 3,1% pada 2014. Hal ini berpotensi menaikkan NPL jika kondisi ekonomi semakin memburuk.

Fitch memperkirakan pertumbuhan laba ketiga bank bisa tertekan jika terjadi pemburukan kualitas aset dan kenaikan biaya pendanaan dari tingginya suku bunga. Namun,  Fitch memproyeksi permodalan ketiga bank tetap memuaskan selama 2015 dan 2016 dengan pertumbuhan kredit yang terkendali dalam jangka waktu pendek dan menengah.

 

Lembaga pemeringkat internasional itu juga meyakini adanya dukungan modal dari induk usaha jika bank membutuhkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Lavinda
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper