Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba BNII Tumbuh 73,7%

PT Bank Maybank Indonesia Tbk. memperoleh laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMIprofit after tax & minority interest) sebesar Rp444 miliar pada kuartal pertama (Q1) 2016.
Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria (kiri), dan Direktur Thila Nadason, berbincang di sela-sela paparan publik di Jakarta, Selasa (23/2). Maybank Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali meningkat 60,9% menjadi Rp1,14 triliun sampai dengan akhir tahun lalu. /Bisnis.com
Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria (kiri), dan Direktur Thila Nadason, berbincang di sela-sela paparan publik di Jakarta, Selasa (23/2). Maybank Indonesia mencatat laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali meningkat 60,9% menjadi Rp1,14 triliun sampai dengan akhir tahun lalu. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Maybank Indonesia Tbk. memperoleh laba bersih setelah pajak dan kepentingan non pengendali (PATAMIprofit after tax & minority interest) sebesar Rp444 miliar pada kuartal pertama (Q1) 2016.

Angka ini meningkat 73,7% dari Rp256 miliar secarayear on year(y-o-y).

Direktur Utama Maybank Indonesia Taswin Zakaria mengatakan peningkatan tersebut disokong oleh positifnya kinerja perbankan bisnis dan perbankan ritel sebagai sumber pendapatan utama.

Oleh karena itu tahun ini pihaknya mengambil keputusan untuk menggabungkan keduanya.

"Untuk mempercepat pertumbuhan kami mengambil keputusan strategis untuk menggabungkan perbankan bisnis dan ritel menjadi satu direktorat yang terintegrasi yang disebut Community Financial Services (CFS)," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/4/2016).

Disamping itu pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tumbuh 8,8% (y-o-y) menjadi Rp1,73 triliun dari Rp1,59 triliun. Sementara marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) tetap stabil pada 4,8%.

Kenaikan NII didorong oleh kedisiplinan bank dalam penetapan bunga pinjaman dan pengelolaan pendanaan secara aktif.

Bank ber-ticker BNII ini juga mencatat kenaikan sebesar 10,7% pada pendapatan non bunga menjadi Rp687 miliar (y-o-y) dari sebelumnya Rp621 miliar.

Kenaikan pendapatan non bunga diperoleh dari fee terkait dengan treasury, fee bancasurrance, administrasi pinjaman dan ritel, serta jasa lainnya.

Pengelolaan biaya juga berjalan baik dalam tiga bulan pertama 2016 berupa penurunan biayaoverheadsebesar 0,8% menjadi Rp1,44 triliun pada Maret 2016.

Upaya ini mampu memperbaikicost-to-incomeratio (CIR) yang turun menjadi 59,8% pada Maret 2016 dari 65,8% pada Maret 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Abdul Rahman
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper