Masyarakat Prasejahtera Makassar Ditampung dalam Badan Usaha Khusus

Pemberdayaan masyarakat prasejahtera di Kota Makassar yang terkonsentrasi pada permukiman padat dan gang sempit direncanakan bakal diimplementasikan melalui pembentukan badan usaha dengan skema koperasi.
Amri Nur Rahmat | 25 Agustus 2016 02:01 WIB
Warga miskin di perkotaan - Ilustrasi

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemberdayaan masyarakat prasejahtera di Kota Makassar yang terkonsentrasi pada permukiman padat dan gang sempit direncanakan bakal diimplementasikan melalui pembentukan badan usaha dengan skema koperasi.

Wali Kota Makassar Ramdhan 'Danny' Pomanto mengatakan langkah pembentukan badan usaha tersebut telah memasuki tahapan pendataan pada setiap gang atau lorong di Makassar terkait potensi usaha yang mampu dilaksanakan secara bersama oleh masyrakat dengan prinsip koperasi.

Adapun badan usaha yang direncanakan terbentuk secara resmi pada 2017 mendatang itu selanjutnya diseut Badan Usaha Lorong atau Bulo yang beranggotakan masyarakat pra sejahtera yang bermukim di gang-gang sempit, yang mana akan berada di bawah kelolaan Pemkot Makassar.

"Bulo ini akan menjadi motor penggerak, seluruh hasil usaha apapun yang diproduksi warga lorong akan ditampung oleh badan usaha ini sehingga langkah pemberdayaan lebih optimal," katanya, Rabu (24/8/2016).

Sekadar diketahui, gang sempit yang terkoneksi dengan permukiman padat penduduk di Kota Makassar kerap disebut lorong, di mana selama ini identik dengan kehidupan masyarakat prasejahtera. Sejauh ini, terdapat 7.525 titik yang diklasifikasikan sebagai lorong di kota tersebut.

Pada tahun ini, kata Danny, tahap awal pemberdayaan masayarakat lorong dimulai dengan langkah pembenahan lingkungan, perbaikan infrastruktur jalan, saluran drainase agar mampu memacu kreativitas dana produktivitas warga sesuai dengan potensi.

Adapun untuk Bulo yang direncanakan mengadopsi sistem operasional koperasi akan mendapatkan penyertaan modal awal dari Pemkot Makassar mulai tahun depan yang diharapkan bisa merangsang pergerakan ekonomi kerakyatan di kota tersebut.

"Besaran penyertaan modalnya belum kita pastikan, tetapi 100% itu dari Pemkot. Ini sementara kita rampungkan, mudahan tahun depan sudah bisa beroperasi," papar Danny.

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sulawesi Selatan, Rahman Halid, mengatakan konsep pengembangan koperasi yang direncanakan Pemkot Makassar melalui Bulo diharapkan bisa mendorong pertumbuhan koperasi dalam skala besar dengan konsep yang jelas.

"Karena yang dibutuhkan koperasi tidak hanya penguatan modal, tetapi juga tata manajemen yang baik. Secara perlahan ini terus kita benahi di Sulsel dengan dukungan pemerintah daerah," katanya.

Tag : prasejahtera
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top