Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bukit Asam (PTBA) Bidik Efisiensi Rp4 Triliun

PT Bukit Asam (Persero) Tbk mengincar efisiensi senilai total Rp3,8 triliun-Rp4 triliun sepanjang 2016.
Aktivitas penambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk di Tanjung Enim, Sumatra Selatan/Bloomberg-Dadang Tri
Aktivitas penambangan batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk di Tanjung Enim, Sumatra Selatan/Bloomberg-Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA - Korporasi tambang batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk mengincar efisiensi senilai total Rp3,8 triliun-Rp4 triliun sepanjang 2016 untuk menjaga kinerja keuangan di tengah tren penurunan harga batu bara.

Direktur Utama Bukit Asam Arviyan Arifin mengatakan pihaknya telah melakukan sejumlah efisiensi dalam hal investasi dan operasional. Menurutnya, besaran efisinsi yang dilakukan oleh perseroan cukup signifikan.

“Untuk efisiensi investasi itu kita bisa mencapai angka Rp3,5 triliun, kemudian di operasional juga kita harapkan bisa Rp300 miliar-Rp500 miliar,” ungkapnya di Jakarta pada Kamis (8/9/2016).

Arviyan mengatakan banyak investasi perusahaan yang ditinjau ulang pada saat ini. Investasi tersebut, ujarnya, belum saatnya dilakukan pada saat ini sehingga harus ditunda.

“Karena memang kondisi bisnisnya sudah berubah. Dulu waktu dikaji ini dalam kondisi harga yang tinggi sekarang sudah rendah maka investasi ini sudah tidak layak, makanya kita tunda tanpa mengganggu operasional perusahaan,” paparnya.

Salah satu contoh efisiensi yang dilakukan oleh emiten berkode saham PTBA itu adalah terkait dengan investasi peralatan. Tanpa investasi peralatan, ujarnya, perseroan masih bisa berproduksi. Investasi aset seperti perumahan juga dikaji ulang oleh perseroan.

Arviyan mengatakan rencana efisiensi itu akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. “Investasi itu kan tidak langsung [berpengaruh] ke biaya, karena biayanya itu langsung ke depresiasi, tapi tentunya mengurangi depresiasi kita, sehingga bottomline kita tetap tinggi,” paparnya.

Arviyan mengatakan Bukit Asam telah banyak melakukan efisiensi sejak dirinya menjabat sebagai Direktur Utama Bukit Asam sebagai April 2016 menggantikan pejabat sebelumnya, Milawarma.

Seperti diketahui, harga batu bara relatif terus menurun. Harga jual rata-rata tertimbang dalam periode Januari-Juni 2016 sebesar Rp659.240 per ton dibandingkan dengan Rp703.005 per ton pada periode yang sama 2015.

Harga jual rata-rata ekspor sendiri mencapai US$56,96 per ton pada Januari-Juni 2016 dibandingkan dengan US$61,37 per ton pada periode yang sama 2015.

Di tengah kondisi demikian, perusahaan membukukan penjualan batubara sebesar 10,02 juta ton pada semester I/2016 atau meningkat 11% dibandingkan dengan 9,03 juta ton pada periode yang sama 2015.

Meskipun volume penjualan meningkat 11%, pendapatan usaha perseroan hanya tumbuh 3% menjadi Rp6,75 triliun pada semester I/2016 dibandingkan dengan Rp6,55 triliun pada periode yang sama 2015.

Peningkatan beban pokok penjualan sendiri  mencapai 6,46% atau melebihi pertumbuhan pendapatan usaha perseroan.

Berdasarkan kinerja itu, perusahaan membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp711,77 miliar pada semester I/2016 atau terendah dalam 5 tahun terakhir dalam periode yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yodie Hardiyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper