Bisnis Indonesia - bisnis.com
Selasa, 27 September 2016

Indonesia Re Targetkan Rambah Bisnis Ke Asia Tenggara Tahun Depan

Anggara Pernando Jum'at, 23/09/2016 07:10 WIB
Indonesia Re Targetkan Rambah Bisnis ke Asia Tenggara Tahun Depan
PT Reasuransi Internasional Indonesia (Reindo)
Reindo

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan reasuransi raksasa asal Indonesia, Indonesia Re, menyiapkan ekspansi ke Asia Tenggara dan pasar internasional pada 2017. Untuk perluasan ini perusahaan memperkirakan membutuhkan suntikan Rp700 miliar.

Frans Y. Sahusilawane, Direktur Utama PT Reasuransi Indonesia Utama (Indonesia Re) menuturkan pemegang saham memberikan komitmen modal Rp10 triliun kepada perusahaan dalam lima tahun.

“Kami tidak tergantung dari penyertaan modal negara . Kami mendapatkan komitmen dari pemeritah, dengan sinergi BUMN. Komitmenya sudah ada, ” kata Frans di Jakarta, Kamis (21/9/2016).

Dia mengatakan saat ini ekuitas Indonesia Re telah mencapai Rp2,3 triliun, dengan jumlah ini perusahaan dapat menyerap premi hingga Rp5 triliun sepanjang 2016. Sementara untuk 2017, seiring meningkatnya prospek bisnis terutama dampak kewajiban menempatkan reasuransi di dalam negeri oleh Otoritas Jasa Keuangan, maka pihaknya memperkirakan membutuhkan tambahan ekuitas Rp600 miliar - Rp700 miliar.  

Dengan tambahan ini, kata Frans, pihaknya akan berperan menyerap bisnis untuk kawasan Asia Tenggara maupun peluang bisnis internasional lainnya. Meski begitu ia belum bersedia menyebutkan besaran target yang disiapkan dalam rencana kerja anggaran untuk Indonesia Re di 2017.

Frans menyatakan di tengah peningkatan penetrasi menyerap pasar ini pihaknya juga tengah menyiapkan sumber daya manusia dan teknologi hingga tingkat operasional setara perusahaan reasuransi internasional ternama. “Dalam tiga tahun semua transaksi dengan seeding sudah digital, online, real time serta business-to- business,” katanya.  

Sinergi BUMN ini telah dimulai semenjak persiapan pembentukan Indonesia Re. Pada akhir Desember 2014 PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Tabungan Asuransi Pensiun (Taspen), dan PT Jasa Raharja menerbitkan Mandatory Convertible bond (MCB) senilai Rp900 miliar yang diperhitungkan sebagai modal Indonesia Re. Masing-masing perusahaan menyuntikan Rp300 miliar.

Diding S. Anwar, Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) menuturkan tambahan modal bagi Indonesia Re ini masih menunggu arahan dari Kementerian BUMN sebagai perwakilan pemegang saham. Secara bisnis, kata Diding, pihaknya akan mendukung perkembangan reasuransi raksasa asal Indonesia ini apalagi memiliki prospek bisnis yang menguntungkan.

Dalam catatan Bisnis,  PT Jasa Raharja (Persero) juga menyatakan komitmennya. Budi Setyarso, Direktur Utama Jasa Raharja mengatakan pihaknya pada akhir 2014 telah menyertakan mandatory convertible bonds (MCB). Dia mengatakan seiring mulai beroperasinya Indonesia Re maka Jasa Raharja berkomitmen meningkatkan modal yang ditempatkan.

"Kami punya komitmen plafond Rp1 triliun, sekarang baru Rp300 miliar. Kami siap penuhi komitmen," katanya.

Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Apps Bisnis.com available on:    
more...