BNI Incar Pasar Australia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tengah dalam proses pembukaan cabang di kawasan Australia. Bank pelat merah itu mengincar pasar korporasi (wholesale) sampai ritel (retail banking) di Negeri Kangguru tersebut.
Surya Rianto | 24 April 2017 20:06 WIB
Layanan nasabah di Bank BNI. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. tengah dalam proses pembukaan cabang di kawasan Australia. Bank pelat merah itu mengincar pasar korporasi (wholesale) sampai ritel (retail banking) di Negeri Kangguru tersebut.

Direktur Treasury dan Internasional BNI Panji Irawan mengatakan, manajemen mulai menyiapkan pengajuan izin kepada otoritas perbankan di Australia. Perseroan berharap bisa mendapatkan izin untuk membuka kantor cabang untuk wholesale banking dan retail banking.

“Untuk waktu, tergantung proses perizinan karena harus memiliki izin dari OJK dan otoritas Australia,” ujarnya pada Jumat (21/4).

Dia menyebutkan, perseroan sudah melakukan studi kelayakan pendirian cabang di Melbourne. Selain melayani wholesale, ada juga potensi untuk mengeluarkan produk dan jasa retail banking agar bisa menyerap kebutuhan pebisnis dan pelajar Indonesia di Negeri Kangguru tersebut.

Sampai saat ini, bank dengan kode emiten BBNI itu sudah memiliki enam cabang di luar negeri yang antara lain, Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, New York, dan Seoul.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pemerintah negara bagian Victoria, Australia Tengah, membahas rencana pembukaan kantor cabang PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. di Negeri Kangguru tersebut.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan, dengan BBNI membuka kantor cabang di Melbourne, Australia, bisa memanfaatkan potensi keuangan di kawasan tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan bisnis warga negara Indonesia (WNI) di sana.

“Kami telah menyampaikan kepada pemerintah negara bagian Victoria dan juga otoritas perbankan Australia terkait rencana pembukaan cabang BNI di sana, sekarang tinggal mengurus prosesnya,” ujarnya.

Dia menuturkan, hubungan ekonomi antara Indonesia dengan Australia terus berjalan baik dan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan.

Dari sisi kerja sama ekonomi antara Indonesia dengan Australia, sampai 2015, Negeri Zamrud Khatulistiwa itu berada pada posisi ke-10 tujuan ekspor Negeri Kangguru, sedangkan bagi Indonesia, Australia berada pada posisi ke-12 untuk tujuan impor.

Nilai investasi Australia di Indonesia pun diperkirakan sekitar 8,4 miliar dolar Australia, sedangkan nilai investasi Indonesia di Australia senilai 1,4 miliar dolar Australia.

Di sektor wisata, Australia masih menjadi negara terbesar yang berkontribusi dalam kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia yaitu sebesar 16,51%.

Tag : bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top