Kredit Konsumsi Terkerek Idulfitri

Ekonom SKHA Institute Eric Sugandi mengatakan kredit konsumsi berpeluang tumbuh lebih tinggi pada kuartal kedua tahun ini karena faktor ramadan dan lebaran. Pertumbuhan kredit terutama dipacu oleh meningkatnya kebutuhan terhadap konsumsi dan transportasi terkait dengan lebaran.
Krizia Putri Kinanti | 30 Mei 2017 17:01 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonom SKHA Institute Eric Sugandi mengatakan kredit konsumsi berpeluang tumbuh lebih tinggi pada kuartal kedua tahun ini karena faktor ramadan dan lebaran. Pertumbuhan kredit terutama dipacu oleh meningkatnya kebutuhan terhadap konsumsi dan transportasi terkait dengan lebaran.

Namun demikian, menurut Eric, permintaan terhadap KPR diproyeksi menurun pada periode ramadan dan lebaran.

“Penyaluran kredit via kredit kartu kredit cenderung tumbuh lebih cepat waktu ramadan untuk kebutuhan belanja berkait lebaran,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (29/5/2017).

Secara industri, pertumbuhan kredit konsumsi sepanjang kuartal I/2017 tercatat paling tinggi dibandingkan dengan kredit investasi dan kredit modal kerja.

Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit konsumsi bank umum per akhir Maret 2017 tercatat senilai Rp1.224 triliun, tumbuh 10,67% secara year on year (yoy) dari Rp1.106 triliun. 

Pada periode yang sama, kredit modal kerja tumbuh 8,60% secara yoy menjadi Rp2.008 triliun dari Rp1.849 triliun, sedangkan kredit investasi naik 10,27% secara yoy menjadi Rp1.138 triliun dari Rp1.032 triliun.

Tag : idulfitri, kredit konsumsi
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top