Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kredit BTN Melesat 18,7%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membukukan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp173 triliun per Mei 2017. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 18,7% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bank BTN/ilustrasi
Bank BTN/ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membukukan realisasi penyaluran kredit sebesar Rp173 triliun per Mei 2017. Jumlah tersebut mengalami kenaikan 18,7% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Realisasi kredit sampai dengan Mei, tumbuh 18,7% yoy dari Rp147 triliun ke Rp173 triliun," kata Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko kepada Bisnis, Selasa (13/6/2017).

Semntara itu, rancangan bisnis bank (RBB) BTN untuk semester II /2017 tidak mengalami perubahan kendati kinerja pada awal tahun cukup positif.

Menurut Iman, target pencapaian kinerja hingga akhir tahun masih relatif sama seperti yang disampaikan pada awal tahun. Adapun, perbedaan yang ada lebih berkaitan pada rencana produk dan aktivitas baru karena berkaitan dengan transformasi yang akan dilakukan perseroan sampai dengan tahun 2020.

Namun, khusus untuk target pertumbuhan laba mengalami perubahan dari semula 20% menjadi 15% pada akhir tahun 2017. Iman menjelaskan, revisi laba tersebut lantaran realisasi laba tahun 2016 lebih besar dari perkiraan atau prognosa laba dalam RBB awal.

"Jadi pembaginya lebih besar sehingga pertumbuhannya tahun ini turun, tetapi angka absolutnya malah naik dari sekitar Rp2,8 triliun menjadi Rp3 triliun," ujarnya.

Secara terpisah sebelumnya, Direktur Utama BTN Maryono menyatakan pihaknya lebih optimistis untuk membukukan perolehan laba pada akhir tahun menjadi Rp3,1 triliun. Jumlah itu tumbuh 18,7% dibandingkan dengan capaian laba bersih pada 2016 yang berjumlah Rp2,61 triliun.

"RBB ada revisi sedikit tetapi ke arah yang lebih baik, kami lakukan revisi untuk laba, dari proyeksi semula Rp2,8 triliun menjadi Rp3,1 triliun," katanya kepada Bisnis di Jakarta, Senin (12/6/2017) malam.

Maryono mengatakan, perseroan pada dasarnya tidak merevisi target dari indikator kinerja secara umum. Misalnya, ekspektasi peningkatan penyaluran pembiayaan sampai akhir tahun masih tetap di level 18% seperti yang direncanakan semula.

Adapun, ekspektasi kenaikan laba bersih emiten bersandi BBTN tersebut diharapkan dapat terkerek sebagai hasil dari upaya efisiensi dan perbaikan rasio kredit bermasalah atau nonperforming ratio (NPL).

Selain itu, laba juga diharapkan dapat tumbuh seiring dengan peningkatan pendapatan terutama pendapatan berbasis komisi.

"Labanya diupayakan dari efisiensi, artinya penurunan NPL yang akan diupayakan di bawah 3% sehingga terjadi pengurangan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) dan peningkatan fee based income," katanya.

Secara keseluruhan, hingga April  2017, BBTN telah menyalurkan kredit senilai Rp170,45 triliun atau tumbuh 18% secara year on year dari total Rp144,57 triliun pada April 2016.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perseroan per April 2017 mencapai Rp157,52 triliun atau naik 21,82% secara yoy dari Rp129,29 triliun pada bulan yang sama tahun lalu.

Dengan kenaikan kinerja tersebut, BBTN mencatatkan kenaikan laba bersih sesuai dengan target perseroan atau di level 21,07% yoy. Per April 2017, laba bersih Bank BTN tercatat naik dari Rp651,18 miliar pada bulan yang sama tahun lalu menjadi Rp788,4 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper