Kekayaan Orang Indonesia Tembus US$1,8 Triliun, Prospek 5 Tahun Bakal Melesat

Namun, kekayaan per orang dewasa dalam dolar AS telah meningkat lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2000. Di Indonesia, 88% aset kotor merupakan aset riil. Utang pribadi rata-rata hanya menyumbang 7% aset kotor di Indonesia
Fajar Sidik | 23 November 2017 18:45 WIB
Petugas memeriksa uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Kekayaan rumah tangga di Indonesia tumbuh 4,4% menjadi US$1,8 triliun. Angka ini diproyeksikan akan meningkat 8,7% per tahun dalam lima tahun ke depan sehingga mencapai US$2,8 triliun pada tahun 2022.

Temuan itu terungkap dalam Data Global Wealth Report 2017 yang dipublikasikan Credit Suisse Research Institute yang diterima Bisnis.com, Rabu (23/11/2017)

Diukur dalam rupiah, kekayaan per orang dewasa telah naik lebih dari enam kali lipat selama periode tahun 2000-2017 menjadi US$11.000. Depresiasi nilai tukar sebesar 32% sejak tahun 2010 telah menyebabkan kekayaan per orang dewasa naik lebih lambat dalam ukuran dolar AS.

"Namun, kekayaan per orang dewasa dalam dolar AS telah meningkat lebih dari empat kali lipat sejak tahun 2000. Di Indonesia, 88% aset kotor merupakan aset riil. Utang pribadi rata-rata hanya menyumbang 7% aset kotor di Indonesia," ungkap Urs Rohner, Kepala Credit Suisse Research Institute dan Kepala Dewan Direksi Credit Suisse Group.

Pada tingkat kekayaan yang lebih tinggi, ada sekitar 111.000 jutawan dengan harta diukur dalam dolar AS dan 868 individu berkekayaan bersih ultra tinggi (Ultra High Net Worth Individual/UNHWI).

Angka ini diperkirakan akan meningkat lebih dari 10% setiap tahunnya dalam lima tahun ke depan menjadi 180.000 jutawan dan lebih dari 1.400 UNHWI pada tahun 2022.

Tag : orang kaya
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top