BEI Diminta Terapkan Smart Insurance

Bursa Efek Indonesia (BEI) disarankan menggunakan layanan smart insurance agar dapat melindungi seluruh aset miliknya setelah salah satu lantai mezzanine Tower II gedung tersebut ambruk.
Sholahuddin Al Ayyubi | 20 Januari 2018 16:05 WIB
Karyawati berdiri di dekat logo beberapa perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia di Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) disarankan menggunakan layanan smart insurance agar dapat melindungi seluruh aset miliknya setelah salah satu lantai mezzanine Tower II gedung tersebut ambruk.

Managing Director PT Jaya Proteksindo Sakti Ruddy Sudjono mengatakan smart insurance saat ini sudah dapat melindungi berbagai jenis properti yang dimiliki perusahaan untuk mengantisipasi musibah yang akan terjadi di kemudian hari. Menurutnya, saat peristiwa ambruknya mezzanine Tower II Gedung BEI, manajemen gedung seharusnya sudah menggunakan smart insurance untuk melindungi seluruh properti yang hancur.

"‎Jika dilihat dari peristiwa yang terjadi kemarin, sebaiknya manajemen gedung sudah memiliki asuransi untuk cover semua risiko yang ada. Selain itu, memiliki beberapa klausul dalam polis penting mulai dari all other contents clause hingga customers goods clause untuk melindungi kejadian yang mungkin akan terjadi," tuturnya, Sabtu (20/1/2018).

‎Menurut Ruddy, program smart insurance milik perseroan menyasar pangsa korporat terutama pemilik gedung berskala menengah dengan aset Rp100 miliar ke atas.‎ Saat ini, porsi kontribusi premi dinilai masih sangat besar yang dikontribusi korporat dengan persentase 80% dan ritel 20%.

Kendati demikian Ruddy memprediksi, dalam waktu 2 tahun ke depan ada banyak perusahaan yang ingin memperbesar kontribusi ritel hingga sekitar 40%. Smart insurance diklaim sebagai konsep yang bisa membantu pelaku industri untuk memiliki produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

"‎Tapi dengan program smart insurance yang dimiliki JPS, mereka bisa saja hanya membeli tiga polis untuk melindungi risiko yang ada. Mungkin banyak yang tidak percaya, tapi dengan program ini kami ingin pelaku industri lebih efisien dalam berasuransi," terang Ruddy.

Tag : asuransi
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top