Kenaikan Peringkat dari Moody's Turunkan Beban Utang Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA Akhir pekan lalu Moodys memberikan kenaikan peringkat utang bagi Indonesia dari Baa3 positive outlook, menjadi Baa2 stable outlook atau setara dengan level BBB.
Ipak Ayu H Nurcaya | 16 April 2018 18:39 WIB
Menteri Kuangan Sri Mulyani memberikan keterangan kepada wartawan terkait realisasi APBN triwulan pertama 2018 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (16/4/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Akhir pekan lalu Moody’s memberikan kenaikan peringkat utang bagi Indonesia dari Baa3 positive outlook, menjadi Baa2 stable outlook atau setara dengan level BBB.

Berdasarkan definisi rating Moody’s, peringkat Baa2 berarti surat berharga yang diterbitkan oleh Indonesia ada dalam kategori moderate credit risk dan medium grade. Adapun stable outlook menggambarkan posisi rating yang akan stabil dalam beberapa waktu ke depan, serta menunjukkan risiko yang berimbang.

Dari hasil itu, pemerintah menyambut baik karena mampu memberikan efek yang penurunan yang baik bagi yield dari surat utang yang diterbitakan pemerintah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, berdasarkan hasil peringkat utang bagi Indonesia yang setara dengan level BBB oleh Moody's kemarin, yield sudah menurun hingga 5 bps untuk surat utang berdenominasi rupiah, 2 bps untuk euro, dan 0,5 bps untuk US$.

Menurutnya, penurunan itu terjadi secara langsung pasca-Moody's merilis hasil kenaikan peringkat utang.

"Pengaruh perbaikan rating selalu menurunkan yield kita. Pada saat S&P upgrade Mei 2017, rupiah juga turun hingga 12 bps, US$ 9 bps, dan euro 3 bps. Sementara pada waktu Fitch mengumumkan pada Desember 2017, beban utang turun dengan bunga yield US$ 1 bps, euro 0,5bps, dan rupiah 10 bps," katanya, Senin (16/4/2018).

Sri Mulyani mengemukakan, efek positif juga didapat para perusahaan pelat merah yang melakukan penerbitan surat utang.

Adapun, secara spesifik Moody's telah menaikkan peringkat utang lima BUMN. Kelima BUMN yang mendapat ranking naik tersebut yaitu PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk., PT Pertamina (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dan PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II).

Moody’s menyebutkan, kenaikan peringkat utang PLN, Pelindo II, dan Jasa Marga mengikuti kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2. Sementera itu, peringkat utang PGN mengikuti induk usahanya Pertamina dari Baa3 menjadi Baa2.

Sri Mulyani memastikan peningkatan rating dari lembaga Moody's merupakan konfirmasi bahwa pemerintah memperbaiki eko kredibel dan efektif untuk membangun Indo, menciptakan PE, lapangan kerja kemiskinana dan ketimpangan.

"Ini adalah salah satu capain yang tentu kita syukuri dan akan kerja keras lagi agar lebih baik," ujarnya.

Tag : utang pemerintah
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top