Setoran Pajak Sektor Manufaktur Terus Membaik

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja penerimaan pajak dari sektor manufaktur terus menunjukkan pertumbuhan. Pemerintah meyakini angka ini mengonfirmasi bahwa kontribusi manufakur dalam pererekonomian juga akan berangsur membaik.
Edi Suwiknyo | 17 April 2018 18:34 WIB
Suasana pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia, di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/4). - Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja penerimaan pajak dari sektor manufaktur terus menunjukkan pertumbuhan. Pemerintah meyakini angka ini mengonfirmasi bahwa kontribusi manufakur dalam pererekonomian juga akan berangsur membaik.

Data Ditjen Pajak pada kuartal I/2018 menunjukkan realisasi penerimaan pajak dari sektor tersebut Rp63,91 triliun atau 16,72% dari periode yang sama tahun lalu. Kontribusi sektor manufakur terhadap penerimaan pajak kuartal I/2018 mencapai 28,1% atau yang paling tinggi dibandingkan dengan sektor lainnya.

Jika menilik realisasi pertumbuhan penerimaan pajak dari sektor manufaktur pada kuartal I tahun lalu, pertumbuhan penerimaan pajak sektor tersebut hanya sekitar 8,3%.

Jika dilihat secara keseluruhan tahun, pertumbuhan pajak sektor manufaktur (netto) tahun lalu sekitar 17,1% atau lebih tinggi dibandingkan dengan 2016 yang hanya 1,2%. Kontribusi penerimaan dari manufaktur pada tahun lalu mencapai 31,8%.

Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan mengatakan, jika menggunakan basis tahun lalu, kontribusi sektor manufaktur ke penerimaan pajak ini sejalan dengan kontribusinya ke produk domestik bruto (PDB). Seperti diketahui, kontribusi manufaktur ke PDB mencapai 20,1% atau sekitar 1/5, sedangkan kontribusi ke penerimaan pajak untuk kuartal I/2018 mencapai 28,1%.

"Jadi lebih banyak mereka membayar pajak, banyak komponen-komponen di sektor itu yang membayar pajak," kata Robert, Senin (16/4/2018).

Pemerintah yakin realisasi penerimaan pajak sektor tersebut selain memberi sinyal perbaikan pada penerimaan pajak, juga akan menaikan peforma sektor manufaktur dalam pertumbuhan ekonomi. Argumentasi ini didukung oleh laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan kinerja ekspor manufaktur pada kuartal I/2018 juga tumbuh sebesar 4,6% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Adapun jika diperinci, hampir semua sektor penerimaan pajak, kecuali transportasi dan gudang, menunjukkan kinerja yang positif dibandingkan dengan kuartal I/2017. Sektor pertambangan misalnya, pertumbuhan penerimaan pajaknya selama kuartal I/2018 tembus ke angka 70,88%. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya tumbuh 4,31%.

Meski dari sisi pertumbuhan naik cukup signifikan, tetapi kontribusi penerimaan dari sektor pertambangan tidak sejalan dengan kontribusinya di pertumbuhan ekonomi. Kontribusi pertambangan ke penerimaan pajak sebesar 5,2% atau lebih rendah dibandingkan dengan kontribusinya ke PDB mencapai 7,57%.

"Artinya ada yang enggak patuh, atau tidak kena pajak. Karena kalau ekspor kan bebas PPN," imbuh Robert.

Tag : penerimaan pajak
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top