Ini Manfaat Pembentukan Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan

Pemerintah mengklaim pembentukan Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan memberikan sejumlah manfaat.
M. Nurhadi Pratomo | 16 November 2018 10:59 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan fly over di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Pemerintah mengklaim pembentukan Holding BUMN Infrastruktur dan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan memberikan sejumlah manfaat.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan setidaknya terdapat empat manfaat utama pembentukan Holding Infrastruktur. Pertama, menciptakan sinergi untuk memperkuat pendanaan dan investasi.

Kedua, memperkuat dan mengembangkan keahlian melalui implementasi best practices. Ketiga, integrasi infrastruktur regional sehingga lebih optimal secara keseluruhan.

Keempat, mengambil kepemilikan build, operate, own, transfer (BOOT) secara end to end dari proyek-proyek infrastruktur.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K. Ro menilai saat ini kontraktor perlu melakukan konsolidasi. Langkah yang paling mudah yakni melalui pembentukan holding.

“Kami harus bersatu supaya tidak berebut proyek APBN,” ujarnya, Kamis (15/11/2018).

Aloysius menyebut kontraktor pelat merah memang telah melakukan sinergi tetapi masih belum optimal. Dengan terbentuknya holding, balance sheet perseroan akan menjadi lebih kuat.

Direktur Utama PT Hutama Karya (Persero), calon induk Holding BUMN Infrastruktur, Bintang Perbowo mengklaim pembentukan grup tersebut akan memperkuat posisi aset perseroan. Selain itu, leverage yang dimiliki akan menjadi lebih kuat.

Bintang mengatakan saat ini pihaknya mendapatkan tugas untuk membangun tol Trans-Sumatra. Dengan kemampuan keuangan yang lebih besar dalam holding, pihaknya dapat menduplikasi proyek sejenis untuk wilayah lainnya.

“Kalau leverage lebih besar bisa meng-copy pembangunan tol Trans-Sumatra di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua,” paparnya.

Direktur Human Capital dan Pengembangan Wijaya Karya Novel Arsyad mengatakan terbentuknya Holding BUMN Perumahan dan Pengembagan Kawasan (PPK) akan memperbesar skala perseroan. Artinya, grup usaha tersebut dapat menangani proyek dengan skala yang lebih besar.

Novel memproyeksikan aset holding tersebut akan meningkat dari Rp174 triliun menjadi Rp750 triliun dalam 10 tahun. Nilai tersebut berasal dari perseroan yang menjadi induk dan anggota holding.

“Aset kami meningkat, mobilitas meningkat dan leverage lebih besar lagi,” jelasnya.

Kementerian BUMN menyebut pembentukan Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya untuk membangun lebih banyak dan menjamin pengadaan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Selain itu, keberadaan holding diharapkan mengutilisasi kompetensi menyuluruh di sektor infrastruktur dan komersial. Selanjutnya, membuka peluang atas sinergi yang lebih efisien.

Tag : holding bumn
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top