Jadi "Fintech Lending" Pendatang Baru, Danamart Siap Layani UKM dan UMKM

Industri financial technology (fintech) lending di Indonesia kembali kedatangan pelaku baru, yaitu Danamart. Pada tahun depan, fintech ini mematok target penyaluran kredit senilai Rp100 miliar.
Dika Irawan | 30 November 2018 08:19 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA -- Industri financial technology (fintech) lending di Indonesia kembali kedatangan pelaku baru, yaitu Danamart. Pada tahun depan, fintech ini mematok target penyaluran kredit senilai Rp100 miliar.

Danamart secara resmi  terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi pada 28 November 2018.

Chief Executive Officer dan Co-Founder Danamart Patrick Gunadi menuturkan Danamart kini siap melayani pinjaman untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan produk, yakni pinjaman untuk pembayaran tagihan (invoice financing) dan Purchase Order financing (PO).

Para pelaku UKM dan UMKM dapat mengajukan pinjaman mulai dari Rp100 juta hingga Rp2 miliar.

“Kami optimistis dengan dukungan infrastruktur sistem teknologi yang mumpuni, Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih serta manajemen yang berpengalaman di bidang keuangan, dapat berkontribusi terhadap perkembangan UKM dan UMKM di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Bisnis, Jumat (30/11/2018).

Patrick mengatakan saat ini terdapat celah pendanaan pada pelaku UKM yang mencapai Rp800 triliun. Danamart memanfaatkan peluang tersebut dengan memberikan kesempatan bagi pemberi pinjaman (lender)  untuk menyalurkan dana dan mendapatkan manfaat bunga penyaluran pinjaman.

Selain itu, agar pendana dan peminjam mendapatkan kenyamanan dalam berinvestasi dan berbisnis, pihaknya bekerja sama dengan asuransi kredit.  Jadi jika terjadi gagal bayar, asuransi kredit akan menjamin 90% dari total kredit untuk mengembalikan dana ke pendana.

“Hal ini amat penting untuk menjamin keamanan dari berbagai sisi. Oleh sebab itu, kami melakukan pengawasan ketat pada skoring,” terangnya.

Kerja sama dengan asuransi kredit diyakini dapat membuat Danamart tumbuh dengan optimal dan melayani masyarakat unbanked di Indonesia, sehingga memiliki dampak sosial. Hal ini sesuai dengan visi Danamart, yakni pemerataan ekonomi secara digital di seluruh Indonesia.

“Saat ini, UMKM banyak dihadapkan oleh fenomena susahnya mendapat modal atau pinjaman, belum lagi diperlukan adanya proses yang panjang dan jaminan yang harus dijaminkan untuk mendapatkan pinjaman yang diajukan. Kami berharap dapat membantu UMKM dari segi pembiayaan yang lebih dinamis,” sambung Patrick.
 

Tag : umkm, fintech
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top