Sri Mulyani: Defisit Anggaran Jauh Lebih Rendah dari Target

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan defisit anggaran hingga November 2018 mencapai Rp287,9 triliun atau 1,95% dari PDB.
Achmad Aris | 06 Desember 2018 15:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah) bersama Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kiri) dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kanan) mengikuti rapat kerja dengan banggar DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2018). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, NUSA DUA, Bali — Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan defisit anggaran hingga November 2018 mencapai Rp287,9 triliun atau 1,95% dari PDB.

Menurut Sri Mulyani, pencapaian realisasi defisit tersebut jauh lebih kecil dari yang ditargetkan dalam APBN 2018 sebesar Rp325,9 triliun atau 2,19% dari PDB.

“Akhir tahun kemungkinan turun lagi di bawah 1,95%. Estimasinya sekitar 1,86%-1,87%. Ini jauh lebih baik dari defisit awal yang dianggarkan yakni 2,19%,” jelasnya, Kamis (6/12/2018).

Menurutnya, pencapaian defisit tersebut merupakan yang terbaik sejak 2 tahun terakhir. Adapun untuk defisit keseimbangan primer per November 2018 tercatat Rp36,8 triliun atau jauh lebih rendah dari target APBN 2018 sebesar Rp87,3 triliun.

“Keseimbangan primer lebih baik dibandingkan dengan 5 tahun terakhir, kami terus jaga supaya tetap sehat.” jelasnya.

Sri Mulyani menjelaskan, secara keseluruhan membaiknya realisasi defisit anggaran dan keseimbangan primer tersebut ditopang oleh kinerja penerimaan negara yang cukup kuat.

“Pertumbuhan penerimaan lebih kuat dibandingkan dengan pertumbuhan belanja. Ini tren yang membaik secara signifikan,” tuturnya.

Tag : sri mulyani, defisit anggaran
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top