Tekanan Harga dan Konsumsi Melemah 3 Bulan Mendatang

Hasil survei konsumen Bank Indonesia memperkirakan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang hingga Februari diperkirakan lebih rendah. 
Hadijah Alaydrus | 06 Desember 2018 23:32 WIB
Karyawati melihat harga-harga produk pangan pada layar Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional seusai diluncurkan di Jakarta, Senin (12/6). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA--Hasil survei konsumen Bank Indonesia memperkirakan tekanan kenaikan harga pada tiga bulan mendatang hingga Februari diperkirakan lebih rendah. 

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman memaparkan persepsi terhadap perkembangan harga ke depan ini ditunjang oleh keyakinan terhadap meningkatnya ketersediaan barang dan jasa, serta kelancaran distribusi barang. 

"Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga [IEH] tiga bulan yang akan datang sebesar 174,1, lebih rendah dari 176,4 pada survei bulan sebelumnya," ujar Agusman, Kamis (6/12). 

Hasil IEH tersebut juga sejalan dengan perkiraan pengeluaran konsumsi tiga bulan ke depan yang akan menurun dari bulan sebelumnya. Indeks perkiraan konsumsi rumah tangga tiga bulan ke depan turun menjadi 157, 3.  Enam bulan mendatang, survei konsumen BI memperkirakan jumlah tabungan akan meningkat dan jumlah utang menurun. 

Pasalnya, Indeks Perkiraan Jumlah Tabungan meningkat 119,3 menjadi 122,5. Sementara itu, Indeks Perkiraan Jumlah Utang turun 163,3 menjadi 162,5.

Dari survei BI, konsumen juga memperkirakan tekanan kenaikan harga kembali meningkat pada 6 bulan mendatang (Mei 2019) sebagaimana terindikasi dari Indeks Ekspektasi Harga [IEH] 6 bulan mendatang yang meningkat dari 170,4 pada survei bulan lalu menjadi 175,1. 

Agusman menuturkan perkiraan ini dipengaruhi oleh persepsi terhadap peningkatan permintaan barang dan jasa pada periode bulan Ramadhan.

Tag : harga pangan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top