BI: Kredit bank sepekan tumbuh Rp10,47 triliun

JAKARTA: Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar Rp10,47 triliun dalam sepekan. Dengan pertumbuhan tersebut kredit perbankan hingga November mencapai Rp249,38 triliun atau naik 17,44%, sedangkan secara tahunan tumbuh 22,11% atau
News Editor | 01 Desember 2010 03:36 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia mencatat pertumbuhan kredit perbankan sebesar Rp10,47 triliun dalam sepekan. Dengan pertumbuhan tersebut kredit perbankan hingga November mencapai Rp249,38 triliun atau naik 17,44%, sedangkan secara tahunan tumbuh 22,11% atau Rp304,07 triliun.

Kepala Biro Humas BI, Difi A. Johansyah mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan kredit rupiah sebesar Rp3,93 triliun dan valas Rp6,54 triliun.Berdasarkan operasai pasar terbuka yang dilakukan BI, dalam sepekan kredit perbankan tumbuh sebesar Rp10,47 triliun, ujarnya dalam pesan elektronik yang diterima Bisnis, hari ini.Dia mengatakan pertumbuhan kredit rupiah naik pada hampir semua kelompok bank, kecuali kelompok bank campuran yang turun sebesar Rp830 miliar. Peningkatan kredit rupiah terbesar terjadi pada kelompok bank swasta dan persero, masing-masing sebesar Rp2,38 triliun dan Rp1,75 triliun.Sementara itu, peningkatan kredit valas tertinggi pada kelompok bank persero senilai Rp3,26 triliun dan kantor cabang bank asing (KCBA) sebesar Rp1,97 triliun.Dalam denominasi valas, kredit perbankan naik US$680 miliar selama sepekan terakhir, ujarnya.Dari sisi dana, BI mencatatkan pertumbuhan DPK sebesar Rp18,47 triliun satu pekan terakhir. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan DPK rupiah sebesar Rp16 triliun, sedangkan dalam bentuk valas bertambah Rp2,47 triliun.Dengan pertumbuhan tersebut secara year to date DPK berhasil mencatat kenaikan sebesar Rp214,91 triliun atau tumbuh 10,91%, dan secara tahunan naik Rp323,06 triliun atau sebesar 17,35%, katanya.Kendati demikian, penurunan DPK terjadi pada kelompok BPD sebesar Rp2,34 triliun. Sedangkan peningkatan DPK rupiah tertinggi terjadi pada kelompok bank swasta yang mencapai Rp11,92 triliun.Perolehan DPK dalam bentuk valas mengalami kenaikan pada tiga kelompok bank, yaitu swasta sebesar Rp450 miliar, persero senilai Rp2,65 triliun, dan KCBA Rp1,05 triliun.Dengan perkembangan kredit dan perolehan DPK hingga pekan kelima November, LDR [loan to deposit ratio] perbankan turun tipis dari 77,03% menjadi 76,86%, kata Difi.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top