Ada anomali pada kredit perbankan

JAKARTA: Kinerja kredit perbankan nasional mengalami anomali. Pasalnya permintaan pembiayaan menjelang tutup tahun justru melambat, berbanding terbalik dengan ekspektasi semula bahwa pada akhir periode tren pertumbuhan kredit bakal melonjak.
News Editor | 05 Desember 2010 13:32 WIB

JAKARTA: Kinerja kredit perbankan nasional mengalami anomali. Pasalnya permintaan pembiayaan menjelang tutup tahun justru melambat, berbanding terbalik dengan ekspektasi semula bahwa pada akhir periode tren pertumbuhan kredit bakal melonjak.

Kondisi tersebut terlihat dari kinerja kredit perbankan per kuartal. Dalam dua bulan kuartal IV/2010 kredit perbankan secara bersih hanya tumbuh sekitar Rp9 triliun, tepatnya antara Oktober-November, menjadi Rp1.679,6 triliun.Padahal sepanjang kuartal III/2010 kredit perbankan tumbuh sebesar Rp54,8 triliun. Bahkan pada kuartal II/2010 pembiayaan industri tersebut secara bersih naik Rp129,9 triliun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh Rp15,1 triliun.Hal tersebut kontras dengan kinerja 2009, di mana kenaikan kredit secara signifikan terjadi pada kuartal IV yang mencapai Rp70,9 triliun. Padahal pada kuartal III tumbuh Rp30,9 triliun, kuartal II Rp27 triliun dan kuartal I naik Rp34,3 triliun. Wadirut Bank Jasa Jakarta Lisawati membenarkan telah terjadi perlambatan permintaan kredit menjelang tutup tahun saat ini, dimana tingkat pelunasan tak sebesar ekspansi kredit baru industri perbankan."Banyak faktor [perlambatan kredit], kalau kredit konsumer itu kan angsurannya secara rutin jatuh tempo, tapi tidak diimbangi oleh pertumbuhan yang signifikan," ujarnya dalam pesan singkat hari ini. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top