Modal keluar dalam sepekan Rp4,18 triliun

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal keluar (outflow) pada portfolio investment dalam negeri dalam sepekan ini mencapai Rp4,18 triliun, terutama karena berkurangnya kepemilikan asing pada Sertifkat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp5,89 triliun."Aksi
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  13:18 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal keluar (outflow) pada portfolio investment dalam negeri dalam sepekan ini mencapai Rp4,18 triliun, terutama karena berkurangnya kepemilikan asing pada Sertifkat Bank Indonesia (SBI) sebesar Rp5,89 triliun."Aksi outflow dana asing pada portfolio investment dalam negeri kembali berlanjut. Dalam sepekan terakhir tercatat aliran keluar dana asing sebesar Rp4,18 triliun," ujar Kepala Biro Humas BI, Difi A. Johansyah dalam pesan elektronik yang diterima Bisnis, hari ini.Dia menyebutkan keputusan European Central Bank (ECB) untuk mempertahankan suku bunga pada level 1%, menjadi salah satu faktor yang menmpengaruhi bertahannya preferensi investor asing pada emerging market. Hal itu tampak pada meningkatnya kepemilikan SUN asing dan terjadinya net beli saham asing."Selama pekan laporan, perkembangan harga SUN masih negatif namun dengan tingkat penurunan yang semakin mengecil seiring kondusifnya perekonomian," katanya.Berdasarkan operasi pasar terbuka yang dilakukan bank sentral menunjukan dalam sepekan terakhir, harga rata-rata mingguan SUN turun 3,74 bps dari pekan sebelumnya yang tercatat sebesar 123,35 bps. Dari kelima SUN seri benchmark, penurunan hanya terjadi pada SUN FR27 sebesar 52,8bps dan FR50 sebesar 12bps. Penurunan harga rata-rata mingguan ini diimbangi dengan peningkatan tipis volatilitas harga SUN dari 0,606% menjadi 0,614%.Apabila dikaitkan dengan jumlah portofolio SUN Trading perbankan yang mencapai Rp13,7 triliun, jelasnya, maka terdapat potensi kerugian sekitar Rp4,7 miliar di industri perbankan. "Secara kumulatif, sejak awal November 2010 harga rata-rata harian SUN telah turun 200 bps sehingga terdapat potensi kerugian perbankan sekitar Rp274 miliar," katanya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top