Target KUR bank BUMN naik Rp2,29 triliun

JAKARTA: Kementerian BUMN meningkatkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank BUMN untuk tahun ini sebesar Rp2,29 triliun menjadi Rp15,39 triliun dari semula Rp13,1 triliun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  18:10 WIB

JAKARTA: Kementerian BUMN meningkatkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bank-bank BUMN untuk tahun ini sebesar Rp2,29 triliun menjadi Rp15,39 triliun dari semula Rp13,1 triliun.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan revisi target penyaluran KUR itu dilakukan karena hingga 3 Desember 2010 penyaluran kredit sudah mencapai target awal yakni Rp13,1 triliun."Target awal kami Rp13,1 triliun ternyata pada 3 Desember 2010 sudah tercapai. Jadi kami tingkatkan target menjadi Rp15,39 triliun. kalaupun tidak tercapai tidak apa-apa karena toh ini sudah bonus dari mereka kepada pemerintah [karena sudah melampaui target], ujarnya di Jakarta petang tadi.Dia mengatakan dari bank-bank BUMN yang ada saat ini, penyaluran KUR terbesar masih oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sebanyak Rp8,42 triliun. Selanjutnya adalah gabungan dari 13 Bank Persatuan Daerah mencapai Rp1,71 triliun, lalu PT Bank Mandiri Tbk sebesar Rp1,4 triliun, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) sebesar Rp590 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sebesar Rp533 miliar, PT Bank Syariah Mandiri (BSM) sebesar Rp382 miliar, dan PT Bank Bukopin sebesar Rp182 miliar."Diantara 4 Bank BUMN [BRI, Bank Mandiri, BTN, dan BNI], BNI memang masih rendah, dan kami akan suruh mereka untuk tingkatkan terus [penyaluran KUR]," jelasnya.Dia mengatakan untuk perbankan yang dapat melampaui target penyaluran KUR, Kementerian BUMN akan menyediakan piala sebagai tanda penghargaan kepada bank tersebut."Mungkin nanti juara I ada piala dari Menko Perekonomian, Juara II dari Menteri BUMN, dan juara III dari Menteri Koperasi dan BUMN. Pokoknya kami rencanakan memberi piala sebagai bentu penghargaan," jelasnya.Adapun untuk tahun depan, Mustafa menargetkan penyaluran KUR bisa naik lagi menjadi Rp18 triliun. dia juga menyatakan optimistis target tahun depan tercapai karena proses penyaluran akan dilakukan sejak awal tahun.Sementara untuk rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan BUMN kata Mustafa masih terkontrol dalam kisaran dibawah 5% yakni sesuai dengan tingkat maksimal NPL yang diberikan oleh Bank Indonesia. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top