Dalam sepekan, DPK naik Rp14,24 triliun

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) mencatatkan pertumbuhan perolehan dana pihak ketiga (DPK) perbankan sebesar Rp14,24 triliun dalam sepekan terakhir ditopang oleh meningkatnya DPK rupiah sebesar Rp18,98 triliun, meski DPK dalam bentuk valas turun Rp4,74 triliun.Kepala
News Editor | 08 Desember 2010 12:19 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia (BI) mencatatkan pertumbuhan perolehan dana pihak ketiga (DPK) perbankan sebesar Rp14,24 triliun dalam sepekan terakhir ditopang oleh meningkatnya DPK rupiah sebesar Rp18,98 triliun, meski DPK dalam bentuk valas turun Rp4,74 triliun.Kepala Biro Humas BI, Difi A. Johansyah mengatakan sepanjang tahun berjalan perolehan DPK meningkat 11,63% atau sebesar Rp229,15 triliun dan secara tahunan (year on year) tumbuh 16,8% atau senilai Rp316,39 triliun."DPK sebagai sumber utama dana perbankan menunjukkan tren peningkatan yang cukup tinggi menjelang akhir tahun," ujarnya dalam pesan elektronik yang diterima Bisnis, hari ini.Dia menyebutkan peningkatan perolehan DPK tertinggi dalam bentuk rupiah terjadi pada kelompok bank Swasta sebesar Rp9,39 triliun. Sementara itu, penurunan perolehan DPK terjadi pada kelompok Kantor Cabang Bank Asing (KCBA) mencapai Rp5,52 triliun.Lebih lanjut, Difi menyebutkan perolehan DPK dalam bentuk valas meningkat pada kelompok bank Persero sebesar Rp 400 miliar sedangkan penurunan terbesar pada kelompok KCBA mencapai Rp3,88 triliun."Jika dilihat per komponen, tabungan meningkat cukup besar yakni Rp15,62 triliun sedangkan deposito hanya naik tipis sebesar Rp500 miliar dan giro turun mencapai Rp1,43 triliun," jelasnya.Penghimpun DPK terbesar atau mencapai 45,27% dari total DPK perbankan terjadi pada kelompok bank Swasta, diikuti kelompok bank Persero 35,96% sedangkan pangsa DPK terendah pada kelompok bank Campuran sebesar 4,27%. Dengan perkembangan DPK dan penyaluran kredit pada pekan I Desember maka loan deposite ratio (LDR) perbankan naik dari 76,86% menjadi 77,01%, katanya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top