Remitansi TKI capai US$5,03 miliar

JAKARTA : Remitansi atau transaksi pengiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sejumlah negara mencapai US$ 5,03 milyar sampai akhir kuartal III atau September 2010.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  11:05 WIB

JAKARTA : Remitansi atau transaksi pengiriman uang dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di sejumlah negara mencapai US$ 5,03 milyar sampai akhir kuartal III atau September 2010.

Kepala Humas Bank Indonesia (BI) Difi A. Johansyah mengatakan nilai remitansi TKI pada September meningkat sebesar 2,44% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 4,91 milyar.Data tersebut merupakan hasil Survey Nasional Remitansi TKI yang dilakukan oleh BI secara periodik, katanya hari ini.Dia menjelaskan remitansi tertinggi berasal dari Malaysia yang mencapai US$1.728,14 juta. Sedangkan remitansi dari Arab Saudi berada diurutan kedua, yakni US$1.707,08 juta. Selanjutnya, remitansi dari Taiwan berada ditempat ketiga senilai US$ 338,64 juta.Selanjutnya Hong Kong, dengan nilai US$336,82 juta dan Singapura sebesar US$ 164,68 juta. Menurut Difi dominasi remitansi tersebut dikirimkan dari kawasan Asia, tanpa memperhitungkan kawasan Timur Tengah, yakni US$ 2.808,85 juta. Sedangkan dari Timur Tengah dan Afrika, total remitansi TKI sampai akhir kuartal III lalu mencapai US$ 2.069,41 juta.Difi menjelaskan uang tersebut dikirimkan oleh TKI yang mencapai 427 ribu orang di 21 negara. Jumlah tersebut menurun sekitar 12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 479 ribu orang.Dia memaparkan jumlah keseluruhan TKI pada September 2010 mencapai 4,32 juta orang.Penurunan jumlah penempatan TKI pada September 2010 lebih disebabkan karena berlangsungnya perayaan Idulfitri, kata Difi.Menurut Difi, angka jumlah TKI di luar negeri merupakan variabel penting untuk menghitung jumlah aliran devisa ke Indonesia yang dikirimkan oleh pekerja tersebut. Angka tersebut pada beberapa tahun terakhir menunjukkan jumlah yang terus meningkat, tuturnya.Dia menjelaskan data tersebut mencerminkan peran penting dari para TKI di luar negeri dalam mendukung perekonomian nasional. Bukan hanya aspek kuantitas saja yang meningkat, tetapi juga kualitas dari TKI yang semakin baik dan mampu memenuhi keperluan pasar tenaga kerja di luar negeri, sambungnya.Menurut dia, peningkatan kuantitas dan kualitas harusnya dibarengi dengan perlindungan TKI di luar negeri. Hal ini, tuturnya, semakin signifikan untuk mengantisipasi perkembangan global pasar tenaga kerja yang semakin kompetitif.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top