BI isyaratkan setuju bahas virtual holding

JAKARTA: Bank Indonesia secara informal menyatakan persetujuan terhadap rencana Kementerian BUMN membentuk virtual holding bagi bank pelat merah.
News Editor | 09 Desember 2010 09:24 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia secara informal menyatakan persetujuan terhadap rencana Kementerian BUMN membentuk virtual holding bagi bank pelat merah.

Deputi Menteri BUMN Bidang Jasa Parikesit Suprapto mengatakan secara informal sebenarnya bank sentral sudah menyetujui rencana tersebut, namun untuk mematangkan konsep dan bentuk dari virtual holding, dia menilai perlu adanya pembahasan formal dengan BI.Kalau informal sih sudah bertemu. Sudah dibahas. Tapi kan perlu ketemu dan membahas secara formal rencana virtual holding. Tadinya mau kemarin, tetapi ternyata tidak bisa. Kemungkinan minggu depanlah, ujarnya hari ini.Dia juga menegaskan pada akhir tahun ini konsep yang jelas terkait virtual holding bagi PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).Akhir tahun ini sudah harus ada konsep yang jelas. Jadi awal tahun dapat mulai dilaksanakan, tambahnya.Sebelumnya, Parikesit sempat menjelaskan virtual holding yang dibentuk itu akan menjalankan fungsi-fungsi sebagai perusahaan induk.Namun, virtual holding ini tidak akan memegang saham empat bank BUMN yang dibawahinya. Hal ini dilakukan untuk mempermudah koordinasi diantara empat bank BUMN yang ada.Berdasarkan catatan Bisnis, alasan Kementerian BUMN membentuk virtual holding juga sebagai upaya menjalankan ketentuan BI mengenai kepemilikan tunggal atas bank (single presence policy/SPP).Sejauh ini BI memberi kelonggaran kepada pemerintah untuk menerapkan kebijakan SPP. Ketika pemegang saham bank swasta diberi tenggat hingga akhir tahun ini untuk melaksanakan kebijakan tersebut, pemerintah diberi kelonggaran hingga akhir 2012.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top