Mutiara incar restrukturisasi Rp1 triliun

JAKARTA: PT Bank Mutiara Tbk optimistis bisa melakukan restrukturisasi aset sebesar Rp1 triliun hingga akhir tahun ini, meskipun sampai dengan November pembersihan aset baru mencapai Rp880 miliar.
Saeno | 10 Desember 2010 08:52 WIB

JAKARTA: PT Bank Mutiara Tbk optimistis bisa melakukan restrukturisasi aset sebesar Rp1 triliun hingga akhir tahun ini, meskipun sampai dengan November pembersihan aset baru mencapai Rp880 miliar.

Manajemen bank publik itu pun memproyeksikan pada tahun depan program restrukturisasi aset bisa mencapai Rp835 miliar guna mendorong perbaikan neraca perseroan.

Direktur Utama Bank Mutiara Maryono mengatakan program restrukturisasi aset akan dilakukan mulai dari sisi pelunasan dan penjualan agunan, sehingga diharapkan pada tahun ini bisa mencapai Rp1 triliun.

Sampai November recovery asset memang baru mencapai Rp880 miliar, kami yakin sampai Desember bisa mencapai Rp1 triliun. Kami akan dorong restrukturisasi dari sisi pelunasan, rescheduling, reconditioning dan penjualan agunan, ujarnya dalam Public Expose, siang ini.

Menurut dia, kedepan perseroan akan mempercepat program restrukturisasi aset guna melakukan pemulihan neraca keuangan. Dia menargetkan pada 2011 restrukturisasi aset bisa mencapai Rp835 miliar.

Pada tahun ini restrukturisasi Rp1triliun, pada 2011 Rp835 miliar. Kenapa turun? Karena penyehatan. Sudah banyak yang disehatkan pada 2012 pun menurun lagi dan pada 2013 tak ada lagi, jelasnya.

Berdasarkan data Bank Mutiara, hingga 30 September 2010 recovery sejumlah aset bermasalah peninggalan manajemen lama mencapai Rp1,6 triliun. Restrukturisasi sebagian besar berasal dari L/C bermaslah sebesar Rp779,35 miliar.

Selain itu, penyelesaian kredit bermasalah sebesar Rp341,4 miliar, sedangkan sisanya bersumber dari penjualan surat berharga dan aset yang diambil alih (AYDA) masing-masing sebesar Rp294,4 miliar dan Rp62,8 miliar.

Dengan adanya restrukturisasi itu rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) hingga akhir November sebesar 4,33% secara net, turun jika dibandingkan dengan akhir tahun lalu yang berada di level 9,55%.

Demikian pula dengan posisi devisa neto yang membaik dari 131,63% pada 2009 menjadi 7,15% pada akhir November 2010.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top